Inilahdepok.id – Usia Kota Depok genap 27 tahun pada 27 April 2026. Momentum hari jadi yang seharusnya menjadi ruang refleksi pembangunan justru dibayangi berbagai persoalan klasik yang hingga kini belum terselesaikan secara nyata.
Di bawah kepemimpinan Wali Kota Supian Suri, masyarakat masih menghadapi masalah serius mulai dari kemacetan, banjir, tata kota semrawut, hingga krisis pengelolaan sampah.
Meski Pemerintah Kota Depok mengusung semangat perubahan dan pembangunan inklusif, kritik publik terus bermunculan karena kondisi di lapangan dinilai belum menunjukkan perubahan signifikan yang dirasakan langsung warga.
Bahkan, Supian Suri sendiri mengakui bahwa persoalan sampah dan kemacetan masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi pemerintah daerah.
Sampah dan TPA Cipayung Jadi Bom Waktu
Persoalan sampah menjadi salah satu kritik paling tajam terhadap wajah pembangunan Depok saat ini. Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipayung terus menjadi sorotan karena dinilai sudah melebihi kapasitas dan menimbulkan dampak lingkungan bagi warga sekitar.
Pemerintah Kota Depok mengakui sekitar 750 ton sampah direncanakan akan dikelola melalui kerja sama pengolahan sampah menjadi energi listrik. Namun, masih ada sekitar 500 ton sampah per hari yang belum memiliki solusi jelas.
Kondisi tersebut memicu kemarahan warga di sekitar TPA Cipayung. Bahkan baru-baru ini sejumlah Ketua RT dan RW memilih mundur massal sebagai bentuk protes atas banjir, pencemaran, dan buruknya penanganan lingkungan yang dianggap dibiarkan bertahun-tahun.
Fenomena itu menunjukkan persoalan lingkungan di Depok bukan lagi sekadar isu teknis, melainkan sudah menyentuh krisis kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah daerah.
Kemacetan: Janji Lama yang Belum Tuntas
Kemacetan juga masih menjadi momok utama warga Depok. Kawasan Sawangan, Margonda, hingga akses keluar tol tetap menjadi titik kemacetan harian yang belum terurai optimal.
Dalam sejumlah pernyataannya, Supian Suri mengakui bahwa keberadaan jalan tol belum sepenuhnya mampu mengatasi kepadatan kendaraan. Bahkan istilah “Sawangan Kubro” masih menjadi sindiran publik terhadap buruknya kondisi lalu lintas di wilayah tersebut.
Padahal sebagai kota penyangga Jakarta dengan pertumbuhan penduduk dan kendaraan yang sangat cepat, Depok membutuhkan langkah luar biasa, bukan sekadar proyek tambal sulam jalan dan pelebaran simpang.
Pengamat: Perubahan Belum Menyentuh Hal Substantif
Kritik juga datang dari kalangan akademisi dan pengamat kebijakan publik. Pengamat Universitas Pancasila, Murthada Sinuraya, menilai kepemimpinan Supian Suri dan Chandra Rahmansyah belum menyentuh persoalan substantif yang benar-benar dirasakan masyarakat.
Menurutnya, terdapat jurang antara janji politik dengan realisasi di lapangan. Pemerintah dinilai terlalu fokus pada pencitraan program, sementara akar persoalan perkotaan seperti transportasi, tata ruang, lingkungan, dan pelayanan publik belum mengalami lompatan berarti.
Kritik tersebut cukup relevan jika melihat kondisi Depok hari ini. Sebagai kota yang telah berusia 27 tahun, Depok seharusnya sudah memiliki sistem transportasi modern, pengelolaan sampah berbasis teknologi, drainase kota yang matang, serta ruang publik yang tertata baik. Namun realitasnya, banyak kawasan masih menghadapi banjir, jalan rusak, hingga minimnya ruang hijau.
Depok Butuh Aksi Nyata, Bukan Sekadar Seremoni
Peringatan ulang tahun kota tidak cukup hanya diisi festival, seremoni, dan pidato optimistis. Warga membutuhkan bukti nyata bahwa pemerintah hadir menyelesaikan persoalan dasar kehidupan mereka.
Langkah Supian Suri yang mengajak penghijauan dan kolaborasi lintas sektor memang patut diapresiasi. Namun tantangan Kota Depok saat ini membutuhkan keberanian mengambil kebijakan besar dan terukur, terutama dalam reformasi tata kota, pengelolaan lingkungan, serta transportasi publik.
Jika tidak ada percepatan yang nyata, maka usia ke-27 Kota Depok hanya akan menjadi angka tanpa kemajuan berarti bagi warganya. Dan kritik masyarakat akan terus menjadi alarm keras bahwa kota ini membutuhkan lebih dari sekadar slogan perubahan.***







