Berita  

Ketua RT dan RW di Cipayung Depok Mundur Massal, Protes Banjir dan Dampak TPA

Ketua RT dan RW di Cipayung Depok Mundur Massal

Inilahdepok.id – Gelombang protes terhadap persoalan lingkungan di sekitar Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipayung, Kota Depok, memuncak. Sejumlah ketua RT dan RW di wilayah RW 06 Cipayung memutuskan mundur massal dari jabatan mereka sebagai bentuk kekecewaan terhadap lambannya penanganan banjir dan kerusakan lingkungan oleh pemerintah.

Aksi pengunduran diri tersebut dilakukan secara simbolis di hadapan warga pada Sabtu (9/5/2026). Para ketua lingkungan menyerahkan stempel jabatan sebagai tanda mereka tidak lagi melanjutkan tugas administratif di wilayah tersebut.

Ketua RT 03 RW 06, Atmaja, mengatakan keputusan itu diambil setelah berbagai aspirasi warga terkait persoalan lingkungan tidak mendapatkan respons serius dari pemerintah daerah.

“Kami meletakkan jabatan kami sebagai ketua lingkungan, mulai dari Ketua RT 1 sampai Ketua RT 6 dan Pak RW 06,” ujar Atmaja di hadapan warga.

Baca Juga :  Penanganan Sampah di TPA Cipayung Depok dengan Insinentor dan Bangun TPST

Menurutnya, langkah tersebut bukan bentuk meninggalkan masyarakat, melainkan simbol keprihatinan mendalam atas kondisi lingkungan yang terus memburuk tanpa solusi nyata.

Warga di sekitar TPA Cipayung selama bertahun-tahun mengaku harus hidup berdampingan dengan persoalan sampah, bau menyengat, pencemaran lingkungan, hingga banjir yang kerap terjadi saat hujan turun. Kondisi saluran air yang buruk disebut memperparah situasi di kawasan tersebut.

Atmaja menyebut para pengurus lingkungan merasa tidak lagi memiliki kewenangan maupun kemampuan untuk menjawab keluhan masyarakat karena persoalan yang dihadapi terus berulang tanpa penyelesaian konkret.

“Kami menyerahkan stempel lingkungan, dan meminta warga jika ingin mengurus administrasi agar langsung ke Kelurahan Cipayung,” katanya.

Baca Juga :  Mitos Situ Rawa Besar Depok " Cerita Mistis di Balik Keindahan Alam "

Aksi mundur massal tersebut sontak menjadi perhatian warga yang selama ini merasakan langsung dampak lingkungan dari keberadaan TPA Cipayung. Mereka berharap langkah itu dapat menjadi alarm keras bagi pemerintah untuk segera turun tangan.

Selain meminta perhatian Pemerintah Kota Depok, warga juga berharap Pemerintah Provinsi Jawa Barat ikut mengambil langkah nyata. Dalam aksi tersebut, warga bahkan meminta Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, turun langsung meninjau kondisi lingkungan di kawasan Cipayung.

Warga menilai persoalan lingkungan di sekitar TPA bukan lagi sekadar masalah administratif, melainkan telah berdampak terhadap kualitas hidup, kesehatan, dan rasa aman masyarakat.

Aksi pengunduran diri para ketua lingkungan ini menjadi gambaran nyata keresahan warga akar rumput yang merasa selama bertahun-tahun menghadapi persoalan lingkungan tanpa kehadiran solusi yang memadai dari pemerintah.***