Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Kuliah Kebangsaan di UIN Jakarta, Mohammad Hatta Dorong Generasi Muda Berpolitik dengan Etika

Kuliah Kebangsaan di UIN Jakarta, Mohammad Hatta Dorong Generasi Muda Berpolitik dengan Etika

  • account_circle Aditya Rahman
  • calendar_month Jumat, 25 Sep 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Inilahdepok.id – Pendidikan politik dan etika menjadi sorotan dalam kegiatan Road to Campus dan Kuliah Kebangsaan yang digelar di Fakultas Syariah dan Hukum Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Kamis (24/9/2026).

Kegiatan tersebut menghadirkan Ketua Dewan Etik Partai Golkar, Prof. Drs. H. Mohammad Hatta, M.Si., MBA., Ph.D., sebagai salah satu narasumber utama.

Dalam kesempatan tersebut, Mohammad Hatta membedah buku yang ditulisnya, “Sumbangsih untuk Bangsa: Kode Etik Partai, Jalan Panjang Menuju Politik Beretika”, sekaligus mengajak mahasiswa memahami posisi etika dalam kehidupan politik dan penyelenggaraan negara.

Kegiatan itu turut dihadiri Dekan Fakultas Syariah dan Hukum UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Prof. Dr. Muhammad Maksum, S.H., M.A., mantan Hakim Mahkamah Konstitusi periode 2014–2025 Dr. Wahiduddin Adam, serta Prof. Dr. Ilyas Indra, S.H., M.H., M.M., Ketua DPP Perkumpulan Pengacara Syariah dan Hukum Indonesia (PPSHI).

Politik Bukan Sekadar Perebutan Kekuasaan

Dalam pemaparannya, Mohammad Hatta menekankan bahwa politik seharusnya dipahami sebagai salah satu ruang pengabdian kepada bangsa dan negara.

Menurut dia, partai politik memiliki posisi strategis dalam sistem demokrasi karena menjadi salah satu jalur kaderisasi dan rekrutmen politik yang kemudian berhubungan dengan pengisian berbagai jabatan publik.

Ia menjelaskan, proses tersebut berlangsung melalui pendidikan politik, kaderisasi, rekrutmen dan seleksi, penugasan, hingga kader partai yang kemudian menduduki jabatan publik dan terlibat dalam perumusan kebijakan negara.

Dengan demikian, kualitas proses kaderisasi di internal partai politik ikut memiliki konsekuensi terhadap kualitas sumber daya manusia yang nantinya menjalankan jabatan publik.

Dalam konteks tersebut, etika politik menurut Mohammad Hatta tidak seharusnya ditempatkan sebagai pelengkap, melainkan menjadi bagian dari proses pembentukan karakter calon pemimpin.

Pengalaman Panjang di Dunia Politik

Mohammad Hatta merupakan salah satu tokoh senior Partai Golkar. Dalam pemaparannya kepada mahasiswa, ia juga berbagi pengalaman panjangnya dalam dunia politik dan pemerintahan.

Ia tercatat aktif dalam perjalanan Partai Golkar sejak era Sekber Golkar pada 1967 dan pernah menjalani pengalaman sebagai anggota legislatif selama puluhan tahun.

Ia juga pernah dipercaya menjalankan tugas diplomatik sebagai Duta Besar Republik Indonesia untuk Thailand.

Pengalaman tersebut menjadi bagian dari perspektif yang disampaikan kepada mahasiswa mengenai bagaimana perjalanan politik dan pengabdian kepada negara membutuhkan proses panjang, kompetensi serta integritas.

Generasi Muda Punya Ruang dalam Politik

Salah satu pesan yang disampaikan Mohammad Hatta adalah terbukanya ruang bagi generasi muda untuk terlibat dalam politik dan menjadi bagian dari proses regenerasi kepemimpinan nasional.

Menurut dia, mahasiswa tidak cukup hanya memiliki keberanian untuk terjun ke dunia politik. Mereka juga perlu mempersiapkan kompetensi, kemampuan berpikir kritis, kepemimpinan serta etika publik.

Keterwakilan generasi muda di parlemen sendiri masih menjadi salah satu isu dalam pembicaraan mengenai regenerasi politik Indonesia.

Riset Centre for Strategic and International Studies (CSIS) mengenai Pemilu 2024 mencatat sekitar 15 persen anggota DPR terpilih berusia di bawah 40 tahun. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan capaian pada Pemilu 2009 yang mencapai 23,2 persen.

Data tersebut menunjukkan bahwa pembicaraan mengenai regenerasi politik tidak hanya berkaitan dengan usia, tetapi juga bagaimana partai politik menyiapkan kader muda untuk memiliki kapasitas dan kualitas kepemimpinan.

Karena itu, Mohammad Hatta mendorong mahasiswa untuk mulai mempersiapkan diri sejak dini.

Berpikir kritis, meningkatkan kompetensi, membangun integritas, serta mengembangkan kemampuan kepemimpinan menjadi sejumlah bekal yang menurutnya penting bagi generasi muda yang ingin masuk ke ruang publik.

Kode Etik dan Tanggung Jawab Moral Partai

Sebagai Ketua Dewan Etik Partai Golkar sekaligus akademisi, Mohammad Hatta juga menguraikan pentingnya kode etik dalam kehidupan internal partai politik.

Menurutnya, kode etik tidak semata-mata dibuat untuk kepentingan organisasi partai, tetapi juga berkaitan dengan tanggung jawab moral partai dalam menjaga karakter dan integritas kader yang nantinya dapat mengemban jabatan publik.

Ia menilai kekuatan kode etik tidak hanya terletak pada berat-ringannya sanksi yang diberikan kepada kader yang melakukan pelanggaran.

Lebih jauh, efektivitas kode etik bergantung pada konsistensi dan keadilan dalam penerapannya.

Ketika aturan etik diterapkan secara konsisten, kader partai memiliki pedoman yang lebih jelas mengenai batas-batas perilaku dalam menjalankan aktivitas politik dan jabatan publik.

Sebaliknya, penerapan yang tidak konsisten dapat melemahkan tujuan kode etik itu sendiri.

Dari Etika Menuju Kepercayaan Publik

Dalam pandangan Mohammad Hatta, etika politik memiliki hubungan dengan integritas pejabat publik dan kepercayaan masyarakat.

Ia menggambarkan hubungan tersebut sebagai rangkaian yang saling berkaitan: tanggung jawab etik melahirkan integritas jabatan, integritas memperkuat kepercayaan publik, dan kepercayaan masyarakat menjadi bagian dari legitimasi seorang pejabat publik.

Karena itu, pendidikan etika politik dinilai penting diberikan sejak seseorang masih berada dalam proses pendidikan dan kaderisasi.

Mahasiswa yang saat ini berada di ruang akademik merupakan bagian dari generasi yang pada masa mendatang berpotensi mengisi berbagai ruang publik, baik melalui jalur politik, pemerintahan, legislatif maupun profesi lainnya.

Gagasan Mahkamah Etik Nasional

Dalam kuliah kebangsaan tersebut, Mohammad Hatta juga menyampaikan gagasan mengenai perlunya sebuah Mahkamah Etik Nasional.

Menurut gagasan yang disampaikannya, lembaga tersebut nantinya dapat menjadi wadah yang mengintegrasikan berbagai mekanisme etik yang saat ini berada di sejumlah lembaga dan bidang yang berbeda.

Gagasan tersebut dikaitkan dengan kebutuhan memperkuat budaya etika dalam penyelenggaraan negara.

Menurutnya, penguatan sistem etika dapat menjadi bagian dari upaya membangun kepemimpinan nasional yang memiliki karakter, integritas dan kemampuan menghadapi persaingan global.

Namun, gagasan mengenai pembentukan Mahkamah Etik Nasional tentu membutuhkan pembahasan lebih lanjut, terutama mengenai desain kelembagaan, kewenangan, hubungan dengan lembaga etik yang sudah ada, serta dasar hukum yang diperlukan.

Mahasiswa Diminta Tidak Apatis terhadap Politik

Kuliah kebangsaan tersebut juga menjadi ruang untuk mendorong mahasiswa agar tidak memandang politik semata-mata sebagai arena perebutan kekuasaan.

Politik, dalam perspektif yang disampaikan Mohammad Hatta, dapat menjadi sarana pengabdian ketika dijalankan dengan kompetensi dan etika.

Karena itu, generasi muda tidak cukup hanya menjadi penonton dalam proses politik.

Mereka perlu memahami bagaimana negara bekerja, bagaimana kebijakan publik dibentuk, serta bagaimana proses kaderisasi politik berlangsung.

Pada saat yang sama, keterlibatan tersebut harus dibarengi kemampuan berpikir kritis agar generasi muda tidak hanya menjadi objek politik, tetapi mampu menjadi bagian dari proses pengambilan keputusan yang memengaruhi kehidupan masyarakat.

Kuliah kebangsaan di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta akhirnya membawa satu pesan utama: regenerasi politik tidak cukup hanya menghadirkan wajah-wajah muda, tetapi membutuhkan generasi baru yang memiliki kompetensi, integritas dan kesadaran etis dalam menjalankan kekuasaan publik.

Sebab, ketika kader politik nantinya memasuki lembaga negara, kualitas pribadi dan etika yang mereka bawa tidak lagi hanya menjadi urusan partai, tetapi bersentuhan langsung dengan kepentingan masyarakat dan negara.***

  • Penulis: Aditya Rahman

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemkot Depok Dorong UMKM Naik Kelas, Fokus pada Produktivitas, Pembiayaan dan Akses Pasar

    Pemkot Depok Dorong UMKM Naik Kelas, Fokus pada Produktivitas, Pembiayaan dan Akses Pasar

    • calendar_month Rabu, 23 Sep 2026
    • account_circle Aditya Rahman
    • 0Komentar

    Inilahdepok.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Depok memperkuat strategi pengembangan usaha mikro dan kecil dengan mendorong pelaku UMKM meningkatkan produktivitas, memperluas akses pembiayaan, sekaligus menembus pasar yang semakin kompetitif. Upaya tersebut diwujudkan melalui Workshop Ekonomi Mikro Kota Depok Tahun 2026 yang digelar Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam (PSDA) Sekretariat Daerah (Setda) Kota Depok di Aula […]

  • Konflik Internal Berujung Laporan Polisi, Prof Anna Mariana Adukan Dua Kader Golkar ke Polda Metro

    Konflik Internal Berujung Laporan Polisi, Prof Anna Mariana Adukan Dua Kader Golkar ke Polda Metro

    • calendar_month Jumat, 14 Agt 2026
    • account_circle Ari Arjuno
    • 0Komentar

    Inilahdepok.id  – Konflik yang melibatkan sejumlah kader Partai Golkar kembali memasuki babak baru. Prof. Dr. Hj. Anna Mariana, SH., MH., melalui kuasa hukumnya Edy Darmawanto, SH., melaporkan dua kader Partai Golkar asal Sumatera Selatan berinisial MA dan AW ke Polda Metro Jaya, Kamis (13/8/2026). Laporan tersebut berkaitan dengan dugaan ancaman dan pencemaran nama baik. Kuasa […]

  • Politisi Depok Soroti Aksi Wakil Ketua DPRD Kota Sukabumi Menurunkan Foto Wapres Gibran

    Politisi Depok Soroti Aksi Wakil Ketua DPRD Kota Sukabumi Menurunkan Foto Wapres Gibran

    • calendar_month Jumat, 9 Okt 2026
    • account_circle towelspro
    • 0Komentar

    Inilahdepok.id – Wakil Ketua DPRD Kota Sukabumi dari Fraksi PDI Perjuangan, Rojab Asy’ari, yang menurunkan foto Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dari ruang kerjanya menuai sorotan publik. Salah satunya Politikus perempuan asal Depok, Novi Anggriani menyoroti aksi tersebut. Ia menilai menilai tindakan tersebut mencampuradukkan sentimen politik pribadi dengan legitimasi jabatan negara yang sah secara konstitusi. […]

  • Dugaan Pencabulan 10 Santriwati di Bekasi, Polisi Dalami Peran Tiga Orang Lain

    Dugaan Pencabulan 10 Santriwati di Bekasi, Polisi Dalami Peran Tiga Orang Lain

    • calendar_month Minggu, 11 Okt 2026
    • account_circle Aditya Rahman
    • 0Komentar

    Inilahdepok.id – Kasus dugaan pencabulan terhadap 10 santriwati di sebuah pondok pesantren di wilayah Bekasi Selatan, Kota Bekasi, menjadi perhatian publik. Kepolisian masih mendalami perkara tersebut, termasuk kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam rangkaian peristiwa yang dilaporkan. Polres Metro Bekasi Kota sebelumnya mengungkap bahwa seorang guru mengaji telah ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara dugaan pencabulan tersebut. […]

  • Tak Hanya APBD, Fatoni Ungkap 8 Sumber Pembiayaan PKK, Posyandu dan Dekranasda

    Tak Hanya APBD, Fatoni Ungkap 8 Sumber Pembiayaan PKK, Posyandu dan Dekranasda

    • calendar_month Selasa, 22 Sep 2026
    • account_circle Ayu Gumintang
    • 0Komentar

    Inilahdepok.id – Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Keuangan Daerah (Keuda) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Agus Fatoni mendorong Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) daerah, Tim Pembina Posyandu daerah, serta Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) mengoptimalkan berbagai sumber pembiayaan untuk mendukung pelaksanaan program dan pemberdayaan masyarakat. Fatoni menyampaikan hal tersebut saat menjadi narasumber dalam Rapat […]

  • Timnas Indonesia Bungkam Singapura 2-0, Garuda Tempel Malaysia di Puncak Grup A FIFA ASEAN Cup 2026

    Timnas Indonesia Bungkam Singapura 2-0, Garuda Tempel Malaysia di Puncak Grup A FIFA ASEAN Cup 2026

    • calendar_month Sabtu, 26 Sep 2026
    • account_circle Aditya Rahman
    • 0Komentar

    Inilahdepok.id –  Timnas Indonesia mengawali kiprahnya di FIFA ASEAN Cup 2026 dengan kemenangan. Skuad Garuda menundukkan Singapura dengan skor 2-0 dalam pertandingan Grup A Divisi 1 yang berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Jumat (25/9/2026) malam WIB. Dua gol Indonesia masing-masing dicetak Ragnar Oratmangoen pada babak pertama dan Ole Romeny melalui titik […]

expand_less