Viral Perselisihan Warga Jatijajar Depok, Bermula dari Asap Pembakaran Sampah
- account_circle Aditya Rahman
- calendar_month Selasa, 13 Okt 2026
- print Cetak

Viral Perselisihan Warga Jatijajar Depok, Bermula dari Asap Pembakaran Sampah
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Inilahdepok.id – Perselisihan antarwarga di kawasan Jatijajar, Tapos, Kota Depok, menjadi perhatian setelah video terkait kejadian tersebut beredar di media sosial. Persoalan yang disebut bermula dari teguran mengenai pembakaran sampah itu sempat memicu ketegangan hingga akses jalan menuju kawasan perumahan dipagari.
Kasi Humas Polres Metro Depok AKP Hendra Kurniawan menjelaskan bahwa peristiwa tersebut merupakan perselisihan antarwarga yang dipicu persoalan asap pembakaran sampah. Polisi menyatakan kedua pihak akhirnya berdamai setelah dilakukan mediasi.
Menurut keterangan kepolisian, persoalan bermula pada 29 September 2026. Seorang warga yang membakar sampah di kebunnya diduga menimbulkan asap yang menyebar hingga ke kawasan perumahan di dekatnya.
Penghuni perumahan merasa terganggu dan mengunggah persoalan tersebut ke media sosial. Unggahan itu kemudian menimbulkan ketidaknyamanan bagi pihak lain yang merasa dirugikan oleh penyebaran video tersebut.
Perselisihan semakin berkembang ketika keluarga salah satu pihak meminta agar unggahan dihapus, sementara pihak yang mengunggah tidak bersedia melakukannya. Situasi kemudian memuncak setelah akses jalan menuju kawasan perumahan dipagari sehingga aktivitas warga terganggu.
Polisi melakukan mediasi untuk mempertemukan kedua pihak. Mediasi pertama belum menghasilkan kesepakatan karena salah satu pihak tidak hadir. Petugas kemudian kembali memfasilitasi penyelesaian hingga kedua pihak sepakat berdamai dan pagar akses dibuka kembali.
Kepolisian menegaskan bahwa peristiwa tersebut perlu dipahami berdasarkan hasil klarifikasi, bukan hanya narasi yang beredar di media sosial. Informasi yang tidak lengkap dapat menimbulkan kesalahpahaman dan memperbesar konflik di lingkungan masyarakat.
Peristiwa ini juga mengingatkan pentingnya pengelolaan sampah yang aman. Pembakaran sampah dapat menghasilkan asap yang mengganggu warga sekitar, terutama apabila dilakukan dekat permukiman.
Di sisi lain, persoalan lingkungan sebaiknya diselesaikan melalui komunikasi, pelaporan kepada pengurus lingkungan, atau koordinasi dengan petugas terkait. Mengunggah masalah ke media sosial tanpa upaya penyelesaian yang proporsional berpotensi memperkeruh keadaan.
Warga juga diharapkan tidak menyebarkan video dengan narasi yang belum terverifikasi. Penyebaran informasi secara bertanggung jawab dapat membantu mencegah konflik serupa berkembang menjadi persoalan yang lebih besar.
Dengan tercapainya perdamaian dan dibukanya kembali akses jalan, warga diharapkan dapat kembali menjalankan aktivitas secara normal. Penyelesaian ini sekaligus menjadi pengingat bahwa komunikasi dan sikap saling menghormati merupakan kunci menjaga ketenteraman lingkungan.***
- Penulis: Aditya Rahman

Saat ini belum ada komentar