Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Musim Kemarau 2026 Sampai Kapan? Ini Penjelasan BMKG dan Perkiraan Datangnya Musim Hujan

Musim Kemarau 2026 Sampai Kapan? Ini Penjelasan BMKG dan Perkiraan Datangnya Musim Hujan

  • account_circle Aditya Rahman
  • calendar_month Sabtu, 29 Agt 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

InilahDepok.id – Cuaca panas dan minim hujan masih dirasakan masyarakat di berbagai wilayah Indonesia hingga akhir Agustus 2026.

Kondisi tersebut membuat banyak orang bertanya, musim panas atau musim kemarau 2026 sebenarnya akan berlangsung sampai kapan?

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut musim kemarau 2026 dipengaruhi oleh kondisi El Niño yang membuat sebagian wilayah Indonesia mengalami kondisi lebih kering.

Namun, kemarau tidak berakhir secara bersamaan di seluruh Indonesia. Setiap wilayah memiliki pola musim yang berbeda sehingga waktu beralih menuju musim hujan juga tidak sama.

Agustus Menjadi Puncak Kemarau di Banyak Wilayah

BMKG memprediksi sebagian besar wilayah Indonesia mengalami puncak musim kemarau pada Agustus 2026.

Dalam perkembangan terbaru, BMKG memproyeksikan puncak kemarau terjadi pada Agustus di sekitar 48,84 persen wilayah Indonesia, sementara sekitar 25,41 persen wilayah diperkirakan mengalami puncak kemarau pada September.

Artinya, meskipun sebagian wilayah mulai memasuki masa peralihan setelah Agustus, sejumlah daerah masih akan mengalami kondisi kering hingga September.

Kondisi ini juga menjelaskan mengapa cuaca panas dan hujan yang jarang masih dapat dirasakan masyarakat pada akhir Agustus.

Tidak ada satu tanggal yang dapat dijadikan patokan bahwa musim kemarau di seluruh Indonesia berakhir.

BMKG menjelaskan bahwa musim kemarau berlangsung berbeda-beda berdasarkan Zona Musim (ZOM).

Sebagian wilayah dapat mulai mengalami peningkatan hujan lebih awal, sementara daerah lain masih mengalami periode kering hingga September bahkan lebih lama.

Prediksi BMKG sebelumnya menunjukkan sebagian besar wilayah Indonesia memiliki puncak kemarau pada Agustus, tetapi terdapat wilayah yang puncaknya terjadi pada Juli maupun September.

Karena itu, September 2026 dapat menjadi masa penting untuk melihat perubahan dari kemarau menuju musim hujan di sejumlah wilayah, tetapi bukan berarti seluruh Indonesia otomatis memasuki musim hujan pada bulan tersebut.

El Niño Membuat Kemarau Lebih Kering

Salah satu faktor yang membuat kemarau tahun ini menjadi perhatian adalah fenomena El Niño.

BMKG menyebut kondisi El Niño pada 2026 turut memperkuat atmosfer yang lebih kering di Indonesia.

Pada awal Agustus, sekitar 76,5 persen wilayah Indonesia atau 535 Zona Musim telah memasuki musim kemarau.

Kondisi tersebut juga tercermin dari rendahnya curah hujan. Pada Dasarian I Agustus 2026, sekitar 90,79 persen wilayah Indonesia tercatat mengalami curah hujan kategori rendah.

Akibatnya, masyarakat di sejumlah wilayah perlu lebih waspada terhadap dampak kekeringan, berkurangnya ketersediaan air, hingga meningkatnya potensi kebakaran hutan dan lahan.

Munculnya hujan di suatu daerah bukan berarti musim kemarau langsung berakhir.

Indonesia memiliki kondisi geografis yang sangat beragam. Hujan tetap dapat terjadi di tengah periode kemarau akibat dinamika atmosfer lokal maupun regional.

Karena itu, masyarakat sebaiknya tidak hanya melihat apakah hujan turun dalam satu atau dua hari. Perubahan musim lebih tepat dilihat berdasarkan pola curah hujan yang berlangsung secara konsisten dalam periode tertentu.

Dengan kata lain, hujan sesaat belum tentu menjadi tanda bahwa musim hujan telah tiba.

Bagaimana dengan Jawa dan Jabodetabek?

Wilayah Jawa termasuk daerah yang perlu memperhatikan perkembangan musim secara bertahap.

Pada periode kemarau, sejumlah wilayah Jawa dapat mengalami hari tanpa hujan yang cukup panjang.

Kondisi tersebut dapat menyebabkan tanah mengering dan ketersediaan air berkurang.

Bagi masyarakat Jabodetabek, perubahan musim juga perlu diperhatikan karena masa peralihan dari kemarau menuju hujan sering kali disertai perubahan cuaca yang cepat.

Setelah periode panas dan kering, hujan dapat muncul dengan intensitas tinggi dalam waktu relatif singkat.

Kondisi seperti ini perlu diantisipasi karena dapat meningkatkan risiko genangan, banjir, maupun pohon tumbang di sejumlah lokasi.

Kemarau Belum Berakhir, Masyarakat Perlu Bersiap

BMKG sebelumnya memprediksi musim kemarau 2026 di sebagian besar wilayah Indonesia berlangsung lebih kering dibandingkan kondisi normal.

Sekitar 64,5 persen Zona Musim diprediksi memiliki akumulasi curah hujan pada kategori bawah normal.

Karena itu, masyarakat tetap disarankan menghemat penggunaan air, menjaga sumber air, tidak melakukan pembakaran lahan sembarangan, serta memperhatikan informasi cuaca dari BMKG.

Di sisi lain, pemerintah daerah juga perlu mempersiapkan diri menghadapi masa transisi menuju musim hujan.

Musim kemarau 2026 belum sepenuhnya berakhir pada akhir Agustus.

Agustus diprediksi menjadi puncak kemarau bagi sebagian besar wilayah Indonesia, sementara sebagian wilayah lainnya baru mengalami puncak kemarau pada September. Setelah itu, kondisi cuaca akan berangsur menuju masa peralihan dan musim hujan sesuai karakteristik masing-masing wilayah.

Jadi, jika pertanyaannya “musim panas sampai kapan?”, jawabannya adalah: kemarau diperkirakan mulai berangsur berakhir setelah melewati puncaknya, tetapi waktunya berbeda setiap wilayah. September menjadi salah satu periode penting untuk memantau peralihan menuju musim hujan.

Masyarakat sebaiknya tetap mengikuti informasi dan prakiraan terbaru BMKG karena perkembangan musim dapat berubah mengikuti dinamika atmosfer.***

  • Penulis: Aditya Rahman

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Nokia G42 5G, HP 5G dengan Kamera 50 MP dan Baterai 5.000 mAh yang Bisa Diperbaiki Sendiri

    Nokia G42 5G, HP 5G dengan Kamera 50 MP dan Baterai 5.000 mAh yang Bisa Diperbaiki Sendiri

    • calendar_month Kamis, 3 Sep 2026
    • account_circle Aditya Rahman
    • 0Komentar

    InilahDepok.id – Nokia G42 5G menjadi salah satu smartphone yang menarik perhatian karena menawarkan konektivitas 5G, kamera utama 50 megapiksel, baterai besar 5.000 mAh, serta konsep QuickFix yang memungkinkan sejumlah komponen ponsel diperbaiki atau diganti dengan lebih mudah. Smartphone yang diperkenalkan HMD, pemegang lisensi perangkat Nokia, ini menyasar pengguna yang membutuhkan ponsel untuk aktivitas harian dengan […]

  • Lapas Cibinong Makin Geger, 13 Rumah Dinas Tak Tercatat sebagai Aset Negara

    Lapas Cibinong Makin Geger, 13 Rumah Dinas Tak Tercatat sebagai Aset Negara

    • calendar_month Selasa, 29 Sep 2026
    • account_circle Aditya Rahman
    • 0Komentar

    Inilahdepok.id – Polemik fasilitas mewah di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Cibinong, Kabupaten Bogor, memasuki babak baru. Setelah Ombudsman RI menemukan sejumlah bangunan dengan fasilitas menyerupai hunian mewah, pemeriksaan internal Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) kini mengungkap persoalan lain: 13 dari 16 rumah dinas di kawasan lapas belum tercatat dalam sistem aset negara. Temuan tersebut disampaikan […]

  • Musrenbang Anak Depok 2026 Jadi Wadah Aspirasi Generasi Muda

    Musrenbang Anak Depok 2026 Jadi Wadah Aspirasi Generasi Muda

    • calendar_month Kamis, 15 Okt 2026
    • account_circle Ayu Gumintang
    • 0Komentar

    Inilahdepok.id –  Pemerintah Kota (Pemkot) Depok melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Anak Kota Depok Tahun 2026 di Gedung Baleka 2 lantai 10, Kamis (15/10/2026). Kegiatan tersebut diikuti puluhan perwakilan Forum Anak dari 11 kecamatan di Kota Depok. Musrenbang Anak menjadi wadah bagi generasi […]

  • Pokir DPRD Depok 2027 Tembus Rp302,5 Miliar, Yeti Wulandari Teratas, Publik Bertanya: Untuk Siapa?

    Pokir DPRD Depok 2027 Tembus Rp302,5 Miliar, Yeti Wulandari Teratas, Publik Bertanya: Untuk Siapa?

    • calendar_month Rabu, 26 Agt 2026
    • account_circle Ari Arjuno
    • 0Komentar

    Inilahdepok.id –  Usulan Pokok Pokok Pikiran atau Pokir DPRD Kota Depok untuk Tahun Anggaran 2027 menjadi perhatian publik. Selain nilainya yang mencapai sekitar Rp302,5 miliar, distribusi usulan antaranggota DPRD juga menunjukkan perbedaan cukup mencolok. Berdasarkan data yang dihimpun, total usulan Pokir DPRD Kota Depok untuk 2027 mencapai sekitar Rp302,5 miliar yang tersebar dalam 2.981 usulan. […]

  • 18 Klub Siap Bertarung di Super League 2026/2027, Tiga Tim Promosi Bawa Wajah Baru

    18 Klub Siap Bertarung di Super League 2026/2027, Tiga Tim Promosi Bawa Wajah Baru

    • calendar_month Senin, 24 Agt 2026
    • account_circle Aditya Rahman
    • 0Komentar

    InilahDepok.id – Kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia musim Super League 2026/2027 segera bergulir. Sebanyak 18 klub akan bersaing memperebutkan gelar juara, dengan komposisi 15 klub yang bertahan dari musim sebelumnya dan tiga tim promosi dari Championship. I.League telah mengonfirmasi keikutsertaan 18 klub dalam persiapan musim baru. Kompetisi dijadwalkan mulai 4 September 2026. Musim ini […]

  • Hari Kesaktian Pancasila 2026, Supian Suri: Pancasila Modal Bangsa untuk Terus Bertahan

    Hari Kesaktian Pancasila 2026, Supian Suri: Pancasila Modal Bangsa untuk Terus Bertahan

    • calendar_month Kamis, 1 Okt 2026
    • account_circle Ayu Gumintang
    • 0Komentar

    Inilahdepok.id –  Wali Kota Depok Supian Suri menjadi pembina upacara pada peringatan Hari Kesaktian Pancasila tingkat Kota Depok Tahun 2026 yang digelar di Lapangan Apel Balai Kota Depok, Kamis (1/10/2026). Upacara tersebut diikuti Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Depok, para pejabat, lurah, serta sejumlah perwakilan peserta lainnya. Dalam kesempatan tersebut, Supian […]

expand_less