Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Musim Kemarau tapi BMKG Ingatkan Potensi Hujan Lebat, Depok Perlu Waspada Apa?

Musim Kemarau tapi BMKG Ingatkan Potensi Hujan Lebat, Depok Perlu Waspada Apa?

  • account_circle Ari Arjuno
  • calendar_month Kamis, 13 Agt 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

inilahdepok.id — Langit Depok belakangan terasa lebih terik dan udara lebih kering dari biasanya, sejalan dengan musim kemarau yang kian meluas di sebagian besar wilayah Indonesia.

Tapi jangan buru-buru menyimpan payung – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) justru mengingatkan potensi hujan lebat dan angin kencang yang masih bisa terjadi hingga 17 Agustus 2026, termasuk di wilayah Jawa Barat yang menaungi Depok.

Paradoks Kemarau: Kering di Permukaan, Berisiko Hujan Mendadak

BMKG mencatat lebih dari 73 persen wilayah Indonesia kini telah memasuki musim kemarau, didorong fenomena El Nino kuat dan IOD (Indian Ocean Dipole) positif yang menekan pasokan hujan secara nasional.

Namun di saat bersamaan, dinamika atmosfer regional — salah satunya aktivitas Gelombang Rossby Ekuatorial yang diperkirakan aktif di Jawa bagian barat — masih membuka peluang pertumbuhan awan hujan secara lokal pada periode 12-17 Agustus 2026.

Kombinasi inilah yang membuat situasinya jadi rawan lengah: warga terbiasa dengan cuaca kering berkepanjangan, padahal potensi hujan sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang tetap mengintai sewaktu-waktu.

Kenapa Ini Relevan buat Depok

Dalam pembaruan peringatan dini per 11-12 Agustus 2026, BMKG memasukkan Jawa Barat ke dalam daftar wilayah berstatus Waspada untuk potensi hujan sedang hingga lebat. Depok, yang secara administratif dan geografis berada di Jawa Barat serta berbatasan langsung dengan Jakarta, otomatis berada dalam radius yang perlu meningkatkan kewaspadaan.

Situasi ini punya risiko ganda buat Depok. Di satu sisi, area resapan air di sejumlah titik bisa jadi kurang optimal karena tanah yang mengering selama kemarau justru menyerap air hujan lebih lambat saat hujan deras tiba-tiba turun.

Di sisi lain, warga dan pengendara yang sudah terbiasa dengan cuaca kering berbulan-bulan berpotensi kurang siap menghadapi genangan, jalan licin, atau pohon tumbang mendadak jika hujan lebat dan angin kencang benar-benar terjadi di wilayah mereka.

Yang Perlu Diperhatikan Warga

BMKG mengimbau masyarakat di wilayah berstatus Waspada untuk mewaspadai dampak hidrometeorologi seperti genangan, luapan air di saluran drainase, dan risiko pohon tumbang akibat angin kencang.

Bagi warga Depok, ini berarti beberapa hal sederhana namun penting: memastikan saluran air di sekitar rumah tidak tersumbat meski musim kemarau, berhati-hati saat berkendara jika hujan turun mendadak disertai angin, serta terus memantau info cuaca resmi lewat aplikasi InfoBMKG atau akun @infobmkg alih-alih hanya mengandalkan perkiraan visual langit yang cerah di pagi hari.

Cuaca yang berubah cepat seperti ini jadi pengingat bahwa status “musim kemarau” bukan jaminan bebas dari risiko hujan ekstrem — dan kesiapan warga Depok tetap jadi kunci utama meminimalkan dampaknya.

  • Penulis: Ari Arjuno

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sudah Saatnya UU Perampasan Aset Disahkan, Hukum Berat para Koruptor ” Hukuman Mati? “

    Sudah Saatnya UU Perampasan Aset Disahkan, Hukum Berat para Koruptor ” Hukuman Mati? “

    • calendar_month Minggu, 23 Agt 2026
    • account_circle Aditya Rahman
    • 0Komentar

    Inilahdepok.id – Korupsi bukan lagi sekadar persoalan hukum. Korupsi adalah persoalan moral, ekonomi, sosial, dan masa depan bangsa. Ketika uang negara yang seharusnya digunakan untuk membangun sekolah, rumah sakit, jalan, menciptakan lapangan pekerjaan, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat justru berpindah ke kantong pribadi, sesungguhnya yang dirampas bukan hanya uang negara. Yang dirampas adalah hak rakyat. Karena […]

  • Ketika Demokrasi Belum Mewakili Semua Golongan, Mengapa Utusan Golongan Perlu Dikaji Kembali?

    Ketika Demokrasi Belum Mewakili Semua Golongan, Mengapa Utusan Golongan Perlu Dikaji Kembali?

    • calendar_month Minggu, 20 Sep 2026
    • account_circle Ari Arjuno
    • 0Komentar

    “Demokrasi konstitusional tidak boleh direduksi sekadar menjadi ajang perebutan kekuasaan elektoral lima tahunan. Kedaulatan rakyat yang sejati menghendaki agar setiap komponen bangsa, dari para petani di sawah, buruh di pabrik, ulama di pesantren, cendekiawan di perguruan tinggi, hingga masyarakat adat di pedalaman, memiliki ruang dan hak suara yang sah dalam merumuskan arah perjalanan Republik Indonesia.“ […]

  • Jelang Demo 27 Agustus, Rekening Koordinator AMPB Rp80,9 Juta Diblokir

    Jelang Demo 27 Agustus, Rekening Koordinator AMPB Rp80,9 Juta Diblokir

    • calendar_month Senin, 24 Agt 2026
    • account_circle Aditya Rahman
    • 0Komentar

    InilahDepok.id – Rencana aksi Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) di depan Gedung DPR/MPR RI pada 27 Agustus 2026 diwarnai polemik. Rekening Bank Mandiri milik koordinator AMPB, Supriyono alias Botok, disebut tidak dapat digunakan menjelang keberangkatan massa dari Pati ke Jakarta. Rekening tersebut dikabarkan menyimpan dana sekitar Rp80,9 juta. Menurut Supriyono, uang tersebut berasal dari dana […]

  • Evaluasi Puskesmas Tapos Berlanjut, Dinkes Depok Gandeng Tim Independen RSPAD

    Evaluasi Puskesmas Tapos Berlanjut, Dinkes Depok Gandeng Tim Independen RSPAD

    • calendar_month Sabtu, 3 Okt 2026
    • account_circle Ari Arjuno
    • 0Komentar

    Inilahdepok.id – Evaluasi terhadap UPTD Puskesmas Tapos, Kota Depok, terus berlanjut setelah kasus persalinan yang berujung pada meninggalnya bayi dan pengangkatan rahim seorang ibu mendapat perhatian publik serta DPRD Kota Depok. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok kini menyiapkan audit secara independen melalui mekanisme Maternal Perinatal Surveillance Response (MPSR). Untuk menjaga objektivitas, Dinkes menggandeng tim medis […]

  • Depok Siagakan Delapan Puskesmas Rabies Center, Warga Diminta Tak Abaikan Gigitan Hewan

    Depok Siagakan Delapan Puskesmas Rabies Center, Warga Diminta Tak Abaikan Gigitan Hewan

    • calendar_month Kamis, 15 Okt 2026
    • account_circle Aditya Rahman
    • 0Komentar

    InilahDepok.id –  Pemerintah Kota Depok memperkuat upaya pencegahan rabies melalui edukasi masyarakat dan kesiapsiagaan fasilitas kesehatan. Sebanyak delapan unit pelaksana teknis daerah (UPTD) puskesmas disiapkan sebagai Rabies Center untuk mendukung penanganan warga yang mengalami gigitan atau cakaran hewan berisiko menularkan rabies. Langkah tersebut dilakukan oleh Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kota Depok bersama […]

  • GP Ansor Kota Depok: 11 Pesantren dari 11 Kecamatan Jadi Pilot Project Satgas Hijau Pesantren

    GP Ansor Kota Depok: 11 Pesantren dari 11 Kecamatan Jadi Pilot Project Satgas Hijau Pesantren

    • calendar_month Minggu, 27 Sep 2026
    • account_circle Supriyadi
    • 0Komentar

    Inilahdepok.id – Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kota Depok mulai mendorong pesantren untuk mengambil peran lebih besar dalam menghadapi persoalan lingkungan, khususnya pengurangan dan pengelolaan sampah. Langkah tersebut diwujudkan melalui program Satgas Hijau Pesantren, sebuah gerakan yang dirancang untuk membangun sistem pengelolaan sampah sekaligus mengubah perilaku warga pesantren dalam menjaga lingkungan. Program tersebut diawali […]

expand_less