Hadapi Musim Hujan, Depok Normalisasi Saluran Air di Enam Titik
- account_circle Aditya Rahman
- calendar_month 21 jam yang lalu
- print Cetak

Hadapi Musim Hujan, Depok Normalisasi Saluran Air di Enam Titik
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
InilahDepok.id – Pemerintah Kota Depok melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) mempercepat penanganan infrastruktur saluran air untuk menghadapi musim hujan.
Normalisasi dilakukan di enam titik yang dinilai membutuhkan penanganan, mulai dari saluran air hingga kali dan situ.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya mengantisipasi genangan dan menjaga kelancaran aliran air ketika intensitas hujan meningkat.
Kepala DPUPR Kota Depok, Yodi Joko Bintoro, mengatakan puluhan personel satuan tugas dikerahkan untuk melaksanakan kegiatan normalisasi di sejumlah lokasi.
Beberapa titik yang disebutkan di antaranya Kali Cabang Timur di Kecamatan Pancoran Mas, Situ Pengarengan di Kecamatan Sukmajaya, serta saluran air di Jalan Raya Pendowo, Kecamatan Limo.
Penanganan tersebut menjadi salah satu langkah pemerintah daerah dalam menjaga fungsi saluran air dan mengurangi potensi gangguan akibat aliran yang tidak lancar.
Antisipasi Genangan Perlu Dilakukan Bersama
Persiapan menghadapi musim hujan tidak cukup hanya dengan membersihkan atau menormalisasi saluran air.
Pemeliharaan drainase, pengawasan kondisi kali, serta penanganan sampah yang menyumbat aliran juga menjadi bagian penting dari upaya mengurangi risiko genangan.
Masyarakat pun diharapkan berperan aktif menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah ke saluran air maupun sungai.
Di sisi lain, pekerjaan normalisasi perlu diikuti pemantauan berkala agar hasil penanganan dapat dipertahankan dan titik-titik yang rawan genangan memperoleh perhatian sesuai kebutuhan.
Bagi warga, persoalan yang paling penting bukan sekadar dimulainya pekerjaan, melainkan sejauh mana langkah tersebut mampu memberikan dampak nyata ketika hujan deras turun.
Karena itu, koordinasi antarinstansi dan respons cepat terhadap laporan masyarakat tetap diperlukan, terutama di kawasan yang memiliki riwayat genangan.
Upaya menghadapi musim hujan pada akhirnya membutuhkan kombinasi antara kesiapan infrastruktur, pemeliharaan rutin, dan kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan.***
- Penulis: Aditya Rahman

Saat ini belum ada komentar