Ketika angkot berhenti di pinggir jalan, laju kendaraan lain akan terhambat, yang pada akhirnya memperparah kemacetan.
Di beberapa titik strategis, seperti dekat pasar dan pusat perbelanjaan, angkot kerap berhenti dan menunggu penumpang.
Hal ini membuat arus lalu lintas melambat karena kendaraan lain harus menunggu atau menghindari angkot yang berhenti.
Persimpangan dan Lampu Merah yang Menghambat Arus Lalu Lintas
Terdapat beberapa persimpangan dan lampu lalu lintas di Jalan Raya Sawangan yang juga berkontribusi pada kemacetan.
Lampu merah di beberapa titik cenderung memperlambat arus kendaraan, terutama ketika antrian kendaraan yang menunggu lampu hijau terlalu panjang.
Beberapa persimpangan juga kerap menjadi titik macet karena banyaknya kendaraan yang berbelok atau memutar arah.
Fakta:
Persimpangan dan lampu merah di dekat Jalan Margonda dan Mampang adalah titik-titik yang sering mengalami kemacetan parah, terutama pada jam-jam sibuk di pagi dan sore hari.
Konstruksi Jalan dan Infrastruktur sudah tidak Memadai
Jalan Raya Sawangan masih menghadapi masalah infrastruktur yang kurang memadai untuk menampung volume kendaraan yang tinggi.
Kondisi jalan yang tidak terlalu lebar serta kurangnya jalur khusus untuk kendaraan tertentu membuat kendaraan pribadi, motor, dan angkutan umum harus berbagi ruang yang sama.
Selain itu, proyek-proyek perbaikan atau pelebaran jalan yang kadang dilakukan justru menambah kemacetan sementara di sekitar area konstruksi.
Fakta:
Di beberapa titik di Jalan Raya Sawangan, kondisi jalan yang kurang lebar membuat pengendara kesulitan melewati kendaraan besar seperti truk atau bus, yang mengakibatkan kemacetan panjang.
Pengendara yang Tidak Tertib
Selain faktor infrastruktur, perilaku pengendara juga menjadi salah satu penyebab kemacetan.
Beberapa pengendara terkadang tidak tertib, seperti tidak mematuhi marka jalan, berbelok secara tiba-tiba, atau tidak sabar saat lampu lalu lintas sedang merah.
Hal ini sering kali memicu kemacetan karena kendaraan lain harus berhenti mendadak atau menunggu jalan kembali lancar.
Fakta: Di beberapa titik, terutama di dekat persimpangan atau tempat pemberhentian angkot, banyak pengendara yang tidak tertib, seperti memotong jalur atau berhenti sembarangan, yang memperparah kemacetan.
Kesimpulan
Kemacetan di Jalan Raya Sawangan Depok merupakan hasil dari berbagai faktor, mulai dari volume kendaraan yang tinggi, infrastruktur yang kurang memadai, perilaku pengendara, hingga pertumbuhan kawasan pemukiman dan komersial.
Untuk mengatasi kemacetan ini, pemerintah setempat perlu mempertimbangkan berbagai solusi, seperti memperlebar jalan, menyediakan jalur alternatif, serta meningkatkan fasilitas transportasi umum yang tertib dan aman.
Diperlukan kerjasama antara pemerintah dan masyarakat untuk mewujudkan jalan yang lebih lancar dan tertib, agar pengguna jalan di Jalan Raya Sawangan dapat menikmati perjalanan yang lebih nyaman dan efisien.***