Inilahdepok.id – Curah hujan disertai angin di Kota Depok, Jawa Barat belakangan ini sering terjadi hal itu membuat warga was – was akan banjir yang tinggal berdekatan kali dan situ.
Destri salah satu warga Kampung Lio RW 13 Kelurahan Depok yang tinggal dekat Situ Rawa Besar mengaku was-was air masuk ke dalam rumah karena saluran air ke arah Situ Rawa Besar di lingkungan tersebut minim.
“Merasa was-was khawatir air dari mana-mana masuk ke dalam rumah karena saluran air menuju situ cuma satu di lingkungan kami,” kata Destri.
Belum lagi kata Destri, volume air situ naik saat curah hujan tinggi membuat air tidak bisa mengalir sehingga air masuk ke dalam.
“Kadang kalau curah hujan tinggi air situ tuh naik karena air dari mana-mana ke situ. Sehingga air masuk ke rumah warga,” kata Destri.
Selain itu wilayah Kelurahan Mampang yang berdekatan dengan Kali Licin banjir karena luapan air kali tersebut.
Tak hanya rumah warga diterjang banjir karena air Kali Licin meluap. Jalan Raya Sawangan pun tergenang yang kerap terjadi.
Hal itu diungkapkan Ketua Karang Taruna (Katar) Kelurahan Mampang Andi.
“Mampang sering banjir karena air kali meluap. Wilayah yang sering terkena dampak banjir di RW 06, 10, 11, dan RW 9. Termasuk Jalan Raya Sawangan, kalau air meluap karena ada sumbatan sampah air naik ke jalan. Ini sering terjadi,” kata Andi dikonfirmasi.
Andi mengaku sering mendapatkan informasi dari warga. Setiap air kali meluap mereka was-was terjadi banjir.
“Air kali meluap karena ada sampah yang tersangkut di bawah jembatan. Padahal jembatan sudah diperbaiki, sekarang kalau hujan besar mau di Depok hujan dan Bogor tetap air meluap ke pemukiman dan jalanan,” kata Andi.
Andi berharap ada solusi dari Pemerintah Kota Depok sehingga air kali tidak ke pemukiman dan jalanan.
“Solusinya sudah diperbaiki jembatannya. Tapi masih meluap. Kami harap ada solusi yang lebih baik lagi,” kata Andi.
Sementara itu Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menginformasikan status peringatan dini potensi cuaca ekstrem.
Di mana BMKG memperpanjang status peringatan curah hujan tinggi hingga 15 Desember 2024 di wilayah Jabodetabek.
Hal itu dikatakan Kepala BMKG Dwikorita Karnawati kepada wartawan, Selasa 10 Desember 2024.
“Peringatan dini berlanjut hingga 15 Desember. Menjelang tanggal 15 Desember itu curah hujan akan meningkat secara bertahap,” jelas Dwikorita.
Ditambahkannya, puncaknya akan diprediksikan terjadi pada 15 Desember yang bisa mencapai 100 mm per hari curah hujannya.
“Sehingga hal itu perlu diwaspadai dan diantisipasi,” tegasnya.
Sebelumnya, BMKG mengeluarkan peringatan dini potensi cuaca ekstrem pada 7-8 Desember 2024. Kemudian berlanjut hingga 15 Desember mengingat curah hujan di Jabodetabek masih tinggi.
Sementara itu Dinas PUPR Kota Depok siap siaga 24 jam. Untuk menangani bencana banjir dan longsor di wilayah kota Depok. DPUPR menempatkan tim Satgas di dua titik posko.
“Kami standby (siap siaga) di dua titik posko. Satu di Dinas PUPR dan satu lagi di Situ Pladen selama ada informasi peringatan curah hujan tinggi,” kata Kepala DPUPR Citra Indah Yulianty dikonfirmasi, Rabu 11 Desember 2024.
Citra mengatakan dalam mengatasi dan menghadapi musim hujan DPUPR Kota Depok melakukan normalisasi saluran air, situ dan melakukan penanganan sampah di badan air.
“Satgas kami melakukan penanganan sampah di badan air atau saluran air. Ini dilaksanakan untuk mencegah terjadinya banjir,” ungkapnya.






