Pesta Pernikahan Anak Anggota DPRD Tutup Akses TPA Cipayung, Depok Heboh: Sampah Mau Lewat Mana?
- account_circle Ari Arjuno
- calendar_month Jumat, 7 Agt 2026
- print Cetak

Pesta Pernikahan Anak Anggota DPRD Tutup Akses TPA Cipayung, Depok Heboh: Sampah Mau Lewat Mana? ( foto: L6)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Inilahdepok.id – Pernikahan Shochi dan Andien, anak anggota DPRD Kota Depok Babai Suhaimi, menjadi perhatian publik setelah acara hajatan tersebut disebut berdampak pada akses jalan utama menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipayung.
Penutupan sementara akses jalan menuju TPA Cipayung tersebut kemudian ramai diperbincangkan di media sosial. Kondisi itu memunculkan kekhawatiran masyarakat mengenai terganggunya aktivitas pengangkutan sampah di Kota Depok.
Namun, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok memastikan operasional TPA Cipayung tetap berjalan.
Kepala Bidang Kebersihan dan Kemitraan DLHK Kota Depok, Udara Kodratulloh, mengatakan informasi mengenai terhentinya aktivitas TPA Cipayung tidak benar.
“TPA itu tetap buka seperti biasanya,” ujar Udara, Jumat (7/8/2026).
DLHK Pastikan TPA Cipayung Tetap Beroperasi
Menurut Udara, meskipun terjadi perubahan akses menuju lokasi TPA, aktivitas pengolahan dan pembuangan sampah tetap berjalan.
Bahkan, DLHK Depok menambah jam operasional pengangkutan sampah untuk memastikan pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu.
Udara mengatakan pada pekan tersebut pihaknya memberlakukan jam lembur di TPA Cipayung.
“Bahkan minggu ini kami adakan jam lembur TPA, artinya hari Minggu tetap buka,” katanya.
Jalur Armada Sampah Dialihkan
DLHK Kota Depok mengakui adanya perubahan rute kendaraan pengangkut sampah selama dua hari akibat adanya penutupan sementara akses utama menuju TPA Cipayung.
Sebagai solusi, armada pengangkut sampah diarahkan kembali menggunakan jalur lama melalui Jalan Kelurahan Cipayung.
Menurut Udara, penggunaan jalur alternatif tersebut telah dikoordinasikan dengan pihak lingkungan setempat.
“Kami sudah izin dengan pihak lingkungan terkait untuk memberlakukan jalan lama kembali selama dua hari,” ungkapnya.
Dengan pengalihan tersebut, DLHK memastikan aktivitas pelayanan persampahan tetap dapat dilakukan.
Untuk mengantisipasi terjadinya penumpukan sampah, DLHK Depok juga memastikan armada pengangkutan tetap beroperasi.
Udara menyebut terdapat sekitar 120 truk pengangkut sampah yang beroperasi setiap hari, belum termasuk kendaraan jenis pickup.
“Dalam sehari ada 120 truk pengangkut sampah, belum termasuk pickup,” tuturnya.
Jumlah armada tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah menjaga pelayanan kebersihan tetap berjalan meskipun terdapat perubahan jalur menuju TPA Cipayung.
Sementara itu, berdasarkan pantauan di lokasi, akses menuju TPA Cipayung disebut tidak sepenuhnya tertutup.
Masyarakat masih dapat melintasi kawasan yang berada di sekitar lokasi resepsi pernikahan.
Sejumlah karangan bunga juga terlihat menghiasi area sekitar tempat berlangsungnya acara. Karangan bunga tersebut antara lain berasal dari rekan sejawat anggota DPRD Kota Depok serta lingkungan Pemerintah Kota Depok.
Viral di Media Sosial
Persoalan akses menuju TPA Cipayung menjadi viral karena lokasinya merupakan jalur penting bagi armada pengangkut sampah Kota Depok.
Penutupan atau perubahan akses menuju TPA secara otomatis menjadi perhatian karena berpotensi memengaruhi kelancaran distribusi sampah dari berbagai wilayah menuju tempat pembuangan akhir.
Meski demikian, DLHK Depok menyatakan telah menyiapkan langkah antisipasi agar perubahan jalur tersebut tidak menyebabkan terganggunya pelayanan kepada masyarakat.
Pemerintah memastikan pengangkutan sampah tetap dilakukan dan TPA Cipayung tetap beroperasi.
Dengan demikian, meskipun resepsi pernikahan sempat menyebabkan perubahan jalur kendaraan, DLHK Kota Depok memastikan pelayanan pengangkutan sampah kepada masyarakat tetap berjalan.
- Penulis: Ari Arjuno

Saat ini belum ada komentar