Depok Siagakan Delapan Puskesmas Rabies Center, Warga Diminta Tak Abaikan Gigitan Hewan
- account_circle Aditya Rahman
- calendar_month Kamis, 15 Okt 2026
- print Cetak

Depok Siagakan Delapan Puskesmas Rabies Center ( foto ilustrasi artificial inilahdepok )
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
InilahDepok.id – Pemerintah Kota Depok memperkuat upaya pencegahan rabies melalui edukasi masyarakat dan kesiapsiagaan fasilitas kesehatan.
Sebanyak delapan unit pelaksana teknis daerah (UPTD) puskesmas disiapkan sebagai Rabies Center untuk mendukung penanganan warga yang mengalami gigitan atau cakaran hewan berisiko menularkan rabies.
Langkah tersebut dilakukan oleh Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kota Depok bersama sejumlah instansi terkait dalam rangkaian edukasi pencegahan rabies 2026.
Kepala DKP3 Kota Depok, Dadan Rustandi, menekankan pentingnya edukasi masyarakat selain vaksinasi hewan secara berkala.
Upaya tersebut diarahkan untuk meningkatkan pemahaman mengenai cara berinteraksi dengan hewan secara aman dan tindakan yang perlu dilakukan setelah terjadi gigitan.
Delapan Puskesmas Disiapkan
Puskesmas yang disebut sebagai Rabies Center meliputi:
- Puskesmas Tapos
- Puskesmas Cimanggis
- Puskesmas Sukmajaya
- Puskesmas Pancoran Mas
- Puskesmas Ratu Jaya
- Puskesmas Beji
- Puskesmas Bojongsari
- Puskesmas Cinere
Keberadaan fasilitas tersebut diharapkan membantu masyarakat mendapatkan penanganan medis setelah mengalami gigitan atau cakaran hewan yang berpotensi menularkan rabies.
Warga tetap disarankan menghubungi fasilitas kesehatan untuk memastikan layanan yang tersedia dan mengikuti arahan tenaga medis, terutama jika luka cukup berat atau melibatkan anak-anak.
Apa yang Harus Dilakukan Setelah Digigit?
Rabies merupakan penyakit serius yang dapat berakibat fatal setelah gejala muncul. Karena itu, gigitan atau cakaran dari hewan yang dicurigai berisiko rabies tidak boleh diabaikan, sekalipun lukanya tampak kecil.
Langkah awal yang dianjurkan adalah mencuci luka menggunakan sabun dan air mengalir selama sekitar 15 menit, kemudian segera mencari pertolongan medis untuk penilaian risiko dan menentukan kebutuhan vaksin antirabies maupun serum antirabies.
Warga juga perlu melaporkan kejadian kepada petugas terkait agar hewan yang menggigit dapat ditangani dan diobservasi sesuai prosedur. Jangan menunggu munculnya gejala sebelum mencari pertolongan.
Pencegahan Harus Dimulai dari Rumah
Pencegahan rabies membutuhkan kerja sama pemilik hewan, masyarakat, petugas kesehatan, dan pemerintah.
Pemilik hewan peliharaan perlu memastikan vaksinasi dilakukan sesuai anjuran, mengawasi interaksi hewan dengan anak-anak, serta menghindari membiarkan hewan berkeliaran tanpa pengawasan.
Anak-anak juga perlu diberi pemahaman agar tidak sembarangan mendekati hewan yang tidak dikenal, terutama ketika hewan menunjukkan perubahan perilaku atau terlihat sakit.
Kesiapsiagaan delapan puskesmas merupakan langkah penting, tetapi keberhasilan pencegahan tetap bergantung pada kecepatan warga melapor dan mencari penanganan setelah terjadi paparan.***
- Penulis: Aditya Rahman

Saat ini belum ada komentar