Inilahdepok.id – Hampir satu tahun setelah dilantik sebagai Wali Kota Depok, Supian Suri kembali menjadi sorotan publik terkait realisasi janji kampanyenya, terutama dalam pengelolaan sampah dan program perubahan kota.
Sejumlah warga menilai bahwa visi perubahan yang digaungkan saat masa kampanye belum terasa nyata dalam kehidupan sehari-hari, khususnya pada sektor kebersihan kota dan layanan publik.
Arief, salah satu warga Depok, menyampaikan kekecewaannya karena program yang dijanjikan belum menunjukkan perubahan signifikan di lapangan.
“Sudah hampir satu tahun, tapi pengelolaan sampah masih sama saja dan warga belum merasakan inovasi nyata seperti yang dijanjikan,” kata Arief.
Menurut Arief, sebagian program yang berjalan masih tampak seperti kelanjutan konsep lama tanpa terobosan besar yang dijanjikan saat kampanye.
Selama masa kampanye, Supian Suri pernah menegaskan komitmennya untuk menciptakan perubahan yang dapat langsung dirasakan masyarakat.
“Target utamanya untuk mewujudkan perubahan nyata yang bisa langsung dirasakan oleh masyarakat,” ujar Supian dalam salah satu kesempatan kampanye.
Arief menambahkan bahwa permasalahan sampah seharusnya menjadi prioritas utama mengingat pertumbuhan penduduk dan volume sampah yang terus meningkat.
Ia menilai program pengelolaan sampah yang digagas pemerintah belum terimplementasi maksimal hingga ke tingkat lingkungan warga.
Meski pemerintah kota mempromosikan konsep pengolahan sampah menjadi energi dan pengembangan sistem maggot, warga merasa belum melihat dampak nyata di lapangan.
Supian sebelumnya juga pernah menyampaikan optimismenya terhadap rencana pengolahan sampah Depok menjadi energi listrik.
“Saya sangat yakin ini benar-benar bisa terwujud dan terselesaikan serta wujudkan sampah menjadi energi listrik,” ujar Supian.
Selain isu sampah, janji kampanye di sektor pendidikan juga menjadi perhatian warga yang menunggu realisasi program beasiswa dan dukungan pendidikan lebih luas.
Pada saat kampanye, Chandra selaku pasangan Supian pernah mengatakan komitmennya membuka akses pendidikan tinggi bagi warga Depok yang kurang mampu.
“Jadi nggak boleh lagi nanti ada anak-anak Depok yang nggak bisa kuliah karena nggak punya biaya,” ujar Chandra saat menyampaikan program pendidikan.
Arief meminta pemerintah kota lebih transparan mengenai timeline dan langkah nyata untuk mewujudkan janji kampanye tersebut.
Ia menegaskan bahwa warga membutuhkan perubahan nyata, bukan sekadar wacana, sehingga kepercayaan publik terhadap kepemimpinan kota tetap terjaga.
Warga pun berharap Pemkot Depok memperkuat implementasi kebijakan hingga tingkat RW dan RT agar program terlihat dampaknya dalam keseharian masyarakat.
Dengan ekspektasi besar dari warga, Supian Suri dan jajarannya kini didesak mempercepat realisasi program yang telah dijanjikan.
Warga juga berharap pengelolaan sampah di kota Depok segera menunjukkan peningkatan nyata melalui sistem yang lebih efektif dan terukur.
Arief menutup pernyataannya dengan harapan agar pemerintah dapat segera merealisasikan program strategis dan menghadirkan perubahan nyata sesuai janji kampanye.






