Inilahdepok.id – Pemerintah Kota Depok, Jawa Barat mengaku kehilangan Martinus Reja Panjaitan
petugas pemadam kebakaran yang meninggal dunia usai jalani tugas padamkan api di Pasar Cisalak.
Menurut Plh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Depok Nina Suzana mengatakan meninggalnya Martinus usai menjalani tugas merupakan musibah.
“Ini musibah ya. Bukan hanya damkar yang kehilangan, tapi juga pemerintah kota Depok. Kehilangan pegawai yang berani dan terampil dalam penanganan pemadaman kebakaran,” kata Nina dikonfirmasi.
Atas kejadian tersebut, Nina meminta agar para petugas pemadam kebakaran di Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Depok disiplin.
Jadi setiap menjalani tugas dengan menggunakan pelindung sesuai standar operasional standar (SOP).
“Ke depan untuk semua petugas Damkar untuk disiplin dengan menggunakan pelindung sesuai SOP – nya,” kata Nina.
Nina melanjutkan untuk unit pelaksana teknis (UPT) Damkar se Depok akan dilengkapi secara bertahap.
Lalu ketika ditanya terkait anggaran Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Depok kata Nina ada penambahan.
Namun dirinya belum mengetahui jumlah anggaran tahun depan untuk dinas tersebut karena belum dibahas bersama DPRD Kota Depok.
“Peralatan perlahan-lahan harus dilengkapi sesuai dengan standar. ( penambahan anggaran Damkar ) Ada. Belum tau, kan baru mau dibahas ,” ungkap Nina.