Berita  

Siswi Berprestasi di Tingkat Provinsi Gagal Masuk SMPN3 Depok Akhirnya Diterima, Disdik: Sudah Masuk!

Siswi Berprestasi di Tingkat Provinsi Gagal Masuk SMPN3 Depok Akhirnya Diterima ( foto: wikipedia )

Inilahdepok.id – Calon siswi berprestasi di tingkat provinsi yang awalnya tidak diterima di SMPN 3 Depok di sistim penerimaan peserta didik baru (PPDB) SMP negeri di kota tersebut akhirnya diterima.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Depok, Siti Chaerijah mengatakan calon Siswi SMPN 3 itu bernama Cyla (12) berprestasi di tingkat provinsi atlet senam sudah difasilitasi dan diterima di SMPN 3 Depok.

“Alhamdulillah. Siswi berprestasi bisa difasilitasi diterima di SMPN 3 Depok,” kata Siti dikonfirmasi, Kamis (4/7).

Siti mengakui panitia PPDB telah mengecek dan cek ada kendala di sistim.

Dan panitia sudah berkordinasi dengan Pusdatin.

Baca Juga :  Sampai Kapan Musim Hujan ? Ini Penjelasanya!

“Di kasus yang terjadi kemarin, ada transisi dari pendaftaran prestasi ke zonasi, seharusnya yang prestasi bisa ditarik datanya dari prestasi ke zonasi,”kata Siti.

Siti mengatakan ada 34 SMP negeri di Depok yang menerima siswa melalui PPDB. Kuotanya sebanyak 8.704 kursi.

“Untuk SMP negeri kuota sudah terisi 8.122, tersisa 583,” katanya.

Pendaftaran PPDB terdiri dari beberapa jalur di tingkat SMPN di Kota Depok seperti afirmasi, inklusi, jalur prestasi baik akademik maupun non akademik serta seni.

Diketahui calon Siswi SMPN 3 Depok Cyla (12) meraih prestasi tingkat provinsi mendaftar ke SMPN 3 Depok lewat jalur zonasi namun tidak lolos karena jarak di sistim PPDB online.

Baca Juga :  Kematian Selebgram Ella Nanda, Polisi Sita Alat Sedot Lemak di Klinik Kecantikan Beji Depok

“Jalur zonasi tidak diterima karena jaraknya (rumah dan sekolah) itu 2 KM. Jadi kita nyoba lewat jalur prestasi non akademik,” kata Kartika, orang tua Cyla, kepada wartawan.

Anaknya saat itu berada di urutan 11. Kuota jalur prestasi non akademik di sekolah yang dituju hanya 11 siswa.

Hingga pada akhir masa pengumuman ternyata nama Cyla sudah turun di peringkat bawah.

“Saya sampai penasaran dan screen shoot nilai. Anak saya nilainya 21, sedangkan yang diterima itu dibawah nilai anak saya,” ungkapnya.