“Program ini juga merupakan upaya PLN untuk turut berkontribusi terhadap program Environmental, Social, and Governance (ESG) PLN, khususnya pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Lebih dari itu, PLN memperkokoh komitmennya dalam transisi energi untuk mencapai Net Zero Emissions (NZE) pada tahun 2060,” paparnya.
Jarot juga menjelaskan bahwa, selain sebagai bentuk kepedulian PLN terhadap lingkungan, hadirnya gerobak sampah listrik diharapkan dapat mendorong penggunaan kendaraan listrik berbasis baterai sebagai alternatif kendaraan operasional yang lebih efisien.
Sehingga, sambung Jarot, ini diharapkan dapat menarik minat masyarakat untuk beralih dari kendaraan konvensional berbahan bakar minyak ke kendaraan listrik.
“Hadirnya Gelis bisa dimanfaatkan secara maksimal untuk membantu kebersihan lingkungan serta meningkatkan aktivitas desa agar menjadi lebih baik lagi. Selain itu, kendaraan berbasis listrik ini akan menghemat biaya operasional dan tentunya lebih ramah lingkungan,” tutup Jarot.