Berita  

Siswa Miskin di Depok Tidak Diterima di SMAN, Sampai Ukur Jarak dari Rumah ke Sekolah Hasil 120 Meter

Siswa Miskin di Depok Tidak Diterima di SMAN, Sampai Ukur Jarak dari Rumah ke Sekolah Hasil 120 Meter

Iniladepok.id – Calon siswi dari keluarga miskin di Kota Depok, Jawa Barat tidak diterima di SMA Negeri di kota tersebut.

Sementara itu jarak sekolah SMAN itu dari rumah ke sekolah SMAN 4 Depok hanya 120 meter di wilayah Kecamatan Tapos.

“Kami lakukan ukur jarak rumah ke sekolah SMAN 4 Depok. Hanya berjarak 120 meter dari belakang tembok SMAN 4 Depok,” kata Ketua Dewan Kesehatan Rakyat (DKR) Kota Depok Roy Pangharapan, Senin (1/7).

Roy mengaku prihatin calon siswa yang daftar penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) jalur zonasi dari keluarga miskin tidak diterima di SMAN 4 Depok tersebut.

Baca Juga :  Menyala Abangku, Ikatan Keluarga Santri Depok Menyatakan Sikap di Pilkada 2024

“Kami lakukan ukur jalan dari rumah ke sekolah untuk menunjukkan bahwa orang tua ini sebetulnya layak jika anaknya diterima di sekolah negeri. Alasan yang pertama itu rumahnya di belakang sekolah, itu jarak (antara rumah dan tembok sekolah) 120 meter,” kata Roy.

Kemudian kata Roy, berdasarkan google maps ditarik garis lurus dari gerbang sekolah ke rumah jaraknya sekitar 280 meter.

“Ditinjau dari segi kemiskinan, ini anak yatim terus juga terdaftar di DTKS, dan rumahnya juga ngontrak. Nah itu mau ditinjau dari mana lagi, kenapa sampai bisa ditolak SMAN 4, ” kata Roy.

Baca Juga :  Kinerja 5 Tahun Dibawah Kepemimpinan Erick Thohir, PLN Gerak Cepat Pulihkan Gardu Induk Pasar Kemis

Sementara itu calon orang tua siswa Dina Maria berharap pihak sekolah SMAN 4 menerima anaknya sekolah.

“Harapan saya dari pihak sekolah menerima siswa miskin, apalagi anak saya ini, anak yatim,” kata Dina.

Dina mengaku tidak ada pilihan lagi untuk menyekolahkan anaknya di SMA negeri tersebut.

“Anak saya tidak ada pilihan lain untuk sekolahnya. Karena ini SMAN 4 yang terdekat Kalau untuk swasta saya juga tidak mampu dengan kondisi ekonomi sekarang,” pungkasnya.