24.7 C
depok, jawa barat, indonesia
6 Juli 2020

Hmmmm, Kurang Ajar, Usai Remas Payudara, RA Langsung Kabur

Hmmmm, Kurang Ajar, Usai Peras Payudara, RA Langsung Kabur

Inilahdepok.id – Terjadi lagi di depok wanita berinisial RS (38),  menjadi korban pelecehan dengan cara diremas payudaranya oleh RA (35) di jalanan sekitar perumahan di wilayah Kecamatan Cinere.  

Kasubag Humas Polres Metro Depok AKP Firdaus mengungkapkan, kejadian pelecehan itu terjadi  saat korban berjalan dan bertemu pelaku dengan mengendarai sepeda motor.

Tiba-tiba pelaku RA tanpa basa basi langsung meremas payudara dan langsung kabur karena panik karna korban berteriak minta tolong.

“(Korban) RS sendirian sedang berjalan,  tiba-tiba berpapasan dengan pelaku yang sedang menggunakan sepeda motor,” papar Firdaus, Rabu 4 Desember 2019.

Saking kerasnya teriakan korban hingga terdengar sekuriti serta mendatangi korban langsung melaporkan ke Polsek Cinere atas kejadian tersebut.

Usai mendapatkan laporan kejadian itu, Polsek Cinere kata dia,  pelaku dapat diamanakan petugas.

“Pelaku diperlihatkan ke korban, ternyata (RA) pelakunya karena masih korban mengenalinya,” kata Firdaus.

Guna penyidikan lebih lanjut, pelaku dibawa ke Polrestro Depok .

Menurutnya, pelaku melakukan aksin bejatnya itu karena merasa nafsu terhadap korban.

“Pelaku mengaku melakukan perbuatan tersebut karena nafsu dan puas setelah pegangan payudara korban,”

Diketahui kini pelaku  mendekam jeruji besi dan  dijerat  pasal 289 dan 281 KUHP tentang Tindak Pidana Perbuatan cabul dengan kekerasan di depan umum.(ird/id)

Ungkap Orderan Fiktif, Polres Depok Apresiasi Teknologi Gojek

Ungkap Orderan Fiktif, Polres Depok Apresiasi Teknologi Gojek

Inilahdepok.id – Polrestro Depok memberi apresiasi kinerja sistem dan teknologi Gojek bisa membantu mendeteksi kejahatan digital. Sebanyak tujuh orang pelaku order fiktif diamankan Polres Depok, Jawa Barat, Rabu 20 Nopember 2019.

Akibat ulahnya, para pelaku dikenakan pasal berlapis yaitu pasal 378 KUHP dengan ancaman empat tahun penjara dan pasal 35 Undang Undang (UU) 19/2016 tentang ITE dengan ancaman  selama 12 tahun penjara.

“Para pelaku dengan sengaja melakukan penipuan dan manipulasi atau perubahan penghilangan informasi elektronik atau dokumen elektronik,” ungkap Kapolres Depok, AKBP Aziz Andriansyah.

Polres Depok, Aziz menerangkan, sangat mengapresiasi tim Gojek beserta sistem dan teknologi di dalamnya karena membantu pengusutan kasus tersebut.

“Kita semakin intensif lagi kerjasama dengan Gojek. Bukan hanya berkaitan keamanan aplikasi atau pelayanan di aplikasi Gojek saja tapi Polri sendiri juga bisa memanfaatkan aplikasi dan teknologi yang ada di Gojek untuk turut menjaga kamtibmas di wilayah depok,” Kata dia.

Di ungkapnya kasus tersebut diketahui masing-masing pelaku memiliki peran. Pak Man bertugas sebagai merchant penjual sate di daerah Depok. Dua orang lainnya berperan sebagai mitra driver, dua orang lagi berperan sebagai customer (pembeli), dan dua orang sisanya sebagai kasir.

“Di awal-awal pembagian (keuntungan hasil penipuan) adalah 40 persen untuk merchant dan sisanya dibagi-bagi. Berjalannya waktu menjadi 50 persen – 50 persen,” jelas Aziz.

Gojek melihat indikasi kecurangan transaksi dari para pelaku tersebut kemudian melaporkan ke Polres Depok. Laporan tersebut langsung direspon dengan aksi lapangan unit Krimsus Sat Reskrim Polres Metro Depok.

“Para pelaku ada yang kami amankan on the spot, ada juga yang di luar kota,” sambungnya.

Senior Manager Corporate Affairs Gojek, Alvita Chen, yang turut hadir dalam pengungkapan para tersangka di Polres Depok menjelaskan Gojek mengapresiasi kesigapan Kapolres Depok beserta jajarannya.

Diharapkan dapat segera diproses secara hukum. “Gojek lakukan secara sigap bukan hanya secara sistem tapi langsung turun ke lapangan berkoordinasi dengan pihak kepolisian,” tegas dia.

Gojek sendiri akan terus berkomitmen proaktif dalam mencegah, memantau, dan melaporkan ke pihak kepolisian atas segala tindak kecurangan. Hal tersebut demi menjaga kesejahteraan mitra dan kenyamanan para pengguna.

“Kasihan mitra lain baik itu merchant GoFood maupun konsumen pengguna yang benar-benar membutuhkan menjadi korban dari aksi mereka,” ujar Vita.

Kehadiran Gojek salah satunya adalah untuk memudahkan para mitra dalam mencari nafkah. Sedangkan aksi dari para tersangka di Depok itu, menurut dia, adalah bentuk penyalahgunaan sistem dan teknologi yang merugikan banyak pihak.

“Bukan sistemnya yang salah tapi mereka adalah oknum-oknum yang pada dasarnya memang join gojek dengan niatan jahat sejak awal,” tegasnya(hpv/id)

Pelaku Curanmor di Cimanggis ‘Anwar’ Tewas Ditembak Aparat

Pelaku Curanmor di Cimanggis 'Anwar' Tewas Ditembak Aparat

Inilahdepok.id – Pelaku pencurian motor yang ditembak anggota Polrestro Depok bernama Anwar Aminudin (20) tewas di lokasi kejadian Jalan Raya Bogor, pada Senin 18 Nopember 2019 malam.

Saat dilakukan penggeledahan oleh anggota usai Anwar dilumpuhkan.

Ditemukan senjata api berserta amunisi, kunci letter T yang digunakan ketika beraksi.

Bahkan dari pelaku juga ditemukan sebuah jimat yang digunakan saat beraksi mencuri kendaraan bermotor di Kota Depok.

“(Ada jimat), iya benar dibawa pelaku, tapi kami gak tahu kegunaanya apa?. Kemungkinan untuk keselamatan dia (pelaku) , ” ujar Kapolrestro Depok AKBP Azis Andriansyah di Mapolrestro Depok, Selasa (19/11/2019).

Azis menjelaskan, senjata api yang diamankan anggota berjenis Revolver rakitan dari tersangka Anwar. Biasanya imbuh Azis, senjata api itu berasal dari Lampung atau Palembang.

“Kebetulan pelaku dari Lampung. Pelaku beraksi tidak sendiri, tapi berdua. Status tersangka di KTP masih pelajar, tapi masih terus kami dalami identitasnya, ” jelas Azis.

Azis memaparkan penembakan yang dilepaskan hingga pelaku curanmor Anwar meninggal dunia karena melawan dan mengeluarkan senjata api saat diamankan oleh petugas.

“Ketika dikejar, pelaku mengeluarkan senjata api. Ketika itu posisi pelaku dan petugas sudah sangat dekat, dia (pelaku) merasa terpojok dan mengeluarkan senpi. Maka dari itu petugas langsung melakukan tindakan tegas terukur, ” paparnya.

Setelah diselidiki, Anwar ternyata merupakan anggota dari komplotan bandit yang kerap melakukan aksi kejahatanya di wilayah Depok dan sekitarnya.

“Mereka beraksi di Mekarsari, Jatijajar, Tapos serta wilayah sukmajaya di antaranya Cilodong,” pungkasnya(ird/id).

Nekat Todongkan Senjata, Spesialis Curanmor di Cimanggis Ditembak Polisi

Pelaku Curanmor di Cimanggis 'Anwar' Tewas Ditembak Aparat

Inilahdepok – Seorang spesialis pencurian motor, Anwar (20) harus ditembak aparat kepolisian Polerstro Depok di Jalan Raya Bogor, Kecamatan Cimanggis, Kota Depok, karena melawan ketika hendak diamankan petugas pada Senin 18 Nopember 2019 malam. 

Dari keterangan diperoleh, Anwar tidak sendirian saat beraksi. Ia bersama temanya yang melarikan diri saat Anwar ditembak aparat polisi.

“Kejadian berawal saat tim gabungan Curanmor Unit Buser Polrestro Depok dan Buser Polsek Cimanggis melakukan observasi di wilayah Putri Tunggal Cimanggis Depok. Petugas mencurigai dia orang laki-laki yang mengendarai motor,” kata Kapolres Metro Depok AKBP Azis Andriansyah, Selasa (19/11/2019) dari keterangan tertulis yang diterima inilahdepok.id

Kemudian, kedua pelaku ini berhenti di sekitar Jalan Radar Auri dekat lapangan, disaat itu anggota pun bersembunyi melakukan pengintaian terhadap dua pelaku tersebut. Sadar diintai, kedua tersangka pun melarikan diri ke arah Jalan Raya Bogor.

“Tepat di KM 31 mereka pun berhenti dan salah satunya menodongkan senjata api ke arah petugas. Anggota merebut senjata api tersebut dan tetap melakukan perlawanan. Karena situasi dan kondisi pelaku akan menembak, selanjutnya salah satu anggota buser langsung mencabut senjata api miliknya dan langsung memberikan tindakan tegas  terukur,” papar Azis. 2

Dari insiden itu, salah seorang terduga pelaku pun terluka di bagian perut sebelah kiri.  Sedangkan satu orangn lainnya melarikan diri menggunakan motor.

“Satu orang yang masih diatas motor langsung melarikan diri ke arah Pasar Cisalak. Sudah dilakukan pengejaran namun tidak berhasil ditemukan,” ujar Azis.

Selanjutnya atas kejadian ini Tim identifikasi menuju ke lokasi tempat Anwar ditembak.

Diketahui dari tangan Anwar ditemukan sejumlah barang bukti berupa satu  pucuk senjata api rakitan ,satu buah kunci leter T berikut tiga mata anak kunci dan satu buah kunci pembuka magnet sepeda motor.

Setelah di lakukan pengecekan identitas terduga pelaku merupakan kelompok yang melakukan aksinya wilayah depok dan sekitarnya.

“Mereka beraksi di Mekarsari, Jatijajar, Tapos serta wilayah sukmajaya diantaranya Cilodong,” kata dia memungkas.(Ird/id)

Operasi Sikat jaya Polrestro Depok, Amankan 102 ‘Preman’

Foto : Anggota Polrestro Depok saat mendata preman yang buat resah warga Depok di Mapolrestro Depok, Minggu (17/11/2019).

Inilahdepok.id – Sejumlah preman yang buat resah warga Kota Depok, diamankan dan dilakukan pendataan oleh Anggota Satreskrim Polrestro Kota Depok .

Pengamanan ratusan preman di Depok itu dalam rangka pelaksanaan operasi Sikat Jaya 2019.

Kapolrestro Depok AKBP Azis Andriansyah menjelaskan, 102 orang yang mayoritas pria ini diduga terlibat melakukan sejumlah pelanggaran hukum seperti perjudian, hingga aksi premanisme.

“Mereka ini berhasil amankan dari sejumlah wilayah Kota Depok. Dari 102 orang ini terdiri dari 66 kasus yaitu kasus judi, empat kasus debt collector, dan parkir liar 60 kasus,” jelas Azis di Mapolrestro Depok Jalan Margonda, Minggu (17/11/2019).

Azis mengatalan operasi dilaksanakan serentak oleh jajaran Polda Metro Jaya yang dilakukan Polres dan Polsek di sejumlah titik rawan akan terjadi tindak kejahatan dengan sasaran curat, curanmor, Curas (3C), serta aksi premanisme.

Dari sejumlah yang diamankan tersebut, ada tujuh orang yang berlanjut dan dilakukan proses hukum berupa penahanan.

“Untuk sisanya di luar dari tujuh orang itu hanya dilakukan pembinaan, yaitu berupa pendataan identitas,” imbuh Dia.

Terkait barang bukti dugaan pelanggaran hukum, Pihak Kepolisian menyita uang tunai Rp 177 ribu, kartu judi, dan satu unit HP digunakan saat akan berjudi serta beberapa senjata tajam.

“Kita tetap berupaya memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat dengan melakukan patroli skala sedang ke titik rawan , ” tutur Azis. (ir/id)

Polisi Tetapkan 5 Pelajar Tersangka, Tawuran Berimbas Perusakan SMK Izzata

Polresta Kota Depok akhirnya menetapkan 5 orang pelajar menjadi tersangka dari peristiwa tawuran antar pelajar yang berujung terjadinya perusakan SMK Izzata, Depok (Foto: Detik.com)

Inilahdepok.id – Polresta Kota Depok akhirnya menetapkan 5 orang pelajar menjadi tersangka dari peristiwa tawuran antar pelajar yang berujung terjadinya perusakan SMK Izzata, Depok. 

“Malam ini kita laksanakan penegakan hukum secara tuntas di mana kita sudah melakukan penangkapan terhadap 5 orang tersangka dengan saksi kurang lebih 25 orang,” terang Kapolresta Depok AKBP Andriansyah di Polresta Depok, Jalan Margonda Raya, Depok, Kamis (17/10/2019).

Dari Lima orang tersangka itu terdiri atas 2 orang dari SMK Izzata dan 3 orang lainya dari SMK BK. Azis menerangkan jika kelimanya berstatus pelajar.

Dia menjelaskan ke-5 tersangka dijerat dengan pasal yang berbeda sesuai perbuatannya, yakni, 1 orang sebagai tersangka penganiayaan, 2 orang sebagai tersangka penganiayaan berat yang menimbulkan korban tewas, dan 2 orang lagi sebagai tersangka perusakan fasilitas.

“Namun ‘penggembira’ juga banyak ya dan mereka semua dijadikan saksi, walau begitu tetap kita lakukan pembinaan termasuk juga kepada orang tuanya dan pihak sekolahan akan kita lakukan pembinaan,” papar Azis.

Gendeng, Tak Terima di Diejek, Samsuardi Tega Gorok Leher Neneng

Ilustrasi

Inilahdepok.id – Kesel karena diejek, lelaki bernama Samsuardi (46) tega menggorok leher Neneng Siti Zakiyah (21) yang tak lain merupakan kawan perempuanya. Tidak itu saja, Samsuardi juga menyayat tangan kiri korban dengan pisau.

Kasubbag Humas Polresta Depok AKP Firdaus menerangkan, aksi penganiayan itu saat pelaku mengendap-endap  masuk di rumah kontrakan korban di Jalan Margonda Depok, Jabar, Senin (14/10/2019) dini hari.

Menurut dia, Neneng diserang pelaku saat sedang tertidur nyeyak di kamarnya.

“Kejadiannya Senin (14/10/2019) sekira jam 02.00 WIB di wilayah Jalan Margonda Depok. Pelaku memasuki kamar korban dengan mencongkel pintu kamar korban, saat korban sedang tertidur pelaku langsung merobek dan menusuk tangan dan leher korban,” terang Firdaus, Selasa (15/10).

Namun beruntung, nyawa Neneng masih bisa diselamatkan dari aksi penganiayaan. Setelah berhasil kabur menyelamatkan diri, korban pun langsung melaporkan kejadian yang menimpanya itu ke Polresta Depok.

Akibat perbuatan nekatnya itu, Samsuardi  kini telah ditangkap dan mendekam di jeruji besi Polresta Depok, Jawa Barat.

Terkait pengungkapan kasus ini, motif Samsuardi nekat melakukan penyerangan itu karena merasa kesal dikerenakan dirinya sering diejek korban.

Dari perbuatannya itu, Samsuardi dijerat Pasal 351 KUHP tentang Tindak Pidana Penganiayaan.(ctr/id)

Sopir Angkot Tewas berlumuran Darah di Duga Pembunuhan

Ilustrasi

Inilahdepok.id – Seorang sopir angkutan umum (angkot) di Depok, Jimi Wijaya (32), ditemukan tewas berlumuran darah. Jimi diduga jadi korban pembunuhan.

Korban  ditemukan sekitar pukul 03.30 WIB dini hari di Pasirgunung RT 006 RW 003 Kelurahan Tugu, Kecamatan Cimanggis, Depok. Berawal, saksi Muhammad Fajar mendengar suara ribut di luar kamar kosnya.

“Tidak lama kemudian, pada saat saksi hendak ke pasar, saksi melihat korban tergeletak dan berlumuran  darah,” terang Kasatreskrim Polresta Depok Kompol Deddy Kurniawan, Senin (7/10/2019).

Selanjutnya saksi memberi tahu petugas keamanan pasar yang langsung menghubungi polisi. Korban selanjutnya dibawa ke rumah sakit, tapi sayang nyawanya tidak lagi tertolong.

“Dugaan sementara korban penganiayaan berat dan atau pembunuhan,” kata dia.

Kejadian ini sempat terekam kamera CCTV. Dalam rekaman CCTV, korban berjalan sempoyongan di jalan. Tidak lama kemudian, korban terjatuh.

Terlilit Hutang, Tukang Ayam Nekat Bobol 2 Minimarket Berakhir di Penjara

Foto : Kapolresta Depok AKPB Aziz Ardiansyah (tengah) merilis kasus pembobolan minimarket.

Inilahdepok–. Id- Aparat Polresta Depok berhasil mengungkap pembobolan minimarket di Kota Depok, Jawa Barat dengan mengamankan satu pelaku bernama Iwan (38) warga Jagakarsa, Jakarta Selatan.

Kapolresta Depok AKPB Aziz Ardiansyah mengatakan, penangkapan iwan berawal dari laporan pihak minimarket yang dibobol maling di dua tempat di Depok.

“Setelah kami petakan ada dua tempat kejadian perkara yang modusnya sama, tanda- tandanya sama, di situ kami lakukan penyelidikan kita menemukan titik terang perkiraan pelaku dan kami kejar pelaku yang telah diketahui identitasnya, dan kami tangkap pelaku atas nama Iwan,” kata Aziz saat merilis di Polresta Depok Jalan Margonda, Senin (26/8/2019).

Dua minimarket yang dibobol Iwan, Aziz menyebutkan di wilayah Kelurahan Gandul dan Kelurahan Meruyung.

Masing-masing kerugian minimarket yang dibobol pelaku antara lain Rp 30 juta dan 50 juta.

“Jadi gini, dari dua TKP ini punya ciri -ciri yang sama. Modusnya menggunakan mobil, ia (pelaku) mengaku sendiri, kemudian mengelas atap toko kemudian masuk dan menuju ruang brangkas penyimpanan uang dan dibuka hingga diambil uangnya,” jelas Aziz.

Pria Pencuri dan Mau Perkosa Korbannya di Depok, Begini Nasibnya

Ilustrasi

Inilahdepok. Id- Seorang pria muda berinisial CT (28) berhasil ditangkap warga dan hampir babak belur karena ketahuan mencuri dan mencoba memerkosa korbannya berinisial HW di Kota Depok, Jawa Barat.

Berdasarkan keterangan korban, kata Kepala Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Polresta Depok Iptu Isa Fajar, peristiwa itu terjadi pada Selasa ( 06/8/2019 ) sekira pukul 23.00 WIN di rumah korban.

Saat itu korban sedang tertidur pulas, dan tiba-tiba merasakan ada orang lain meraba-raba tangan dan pelaku sudah dalam kondisi telanjang bulat di dalam rumahnya.

“Korban bangun dan melihat ternyata sudah ada seorang laki-laki dalam kondisi telanjang bulat sudah berada di atas badannya ,” kata Isa Fajar ketika di Kota Depok, Selasa (13/8/2019).

Lalu kata Isa Fajar, korban kaget dan spontan berteriak meminta tolong, sehingga pelaku panik dan sempat membukam mulut korban dengan tangannya.

Ketika itu, korban melawan pelaku, kemudian pelaku menutup wajah korban mengunakan bantal.

Korban, kata dia, berusaha melawan dengan menendang pelaku, setelah itu pelaku menekuk atau memutar kepala korban dengan kedua tangannya.

“Tak tinggal diam, korban langsung menggigit tangan pelaku kemudian korban pun berhasil lolos dari pelaku. Korban berhasil keluar rumah dan ternyata sudah banyak warga yang berada di depan rumah setelah itu pelaku berhasil diamankan warga,” tutur Isa Fajar.

Setelah diamankan warga, pelaku langsung dibawa ke Polsek Sukmajaya, kini kasus tersebut ditangani Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Depok.(ird)