- F054952CEF20F0CD41E9111C0F7F3DC2

Dijuluki Centaurus, Omicron Varian Baru Mampu Melawan Antibodi Tubuh Manusi, Waspada !

  • Bagikan
Ilustrasi

inilahdepok.id – Munculnya  Covid subvarian BA.2.75 pertama kali ditemukan di Negara India. Dalam sebuah studi diungkapkan subvarian yang dijuluki Centaurus ini, memiliki risiko yang lebih tinggi dan mampu melawan antibodi (sistem kekebalan tubuh) manusia.

Dilansir dari Times of India, sebuah penelitian berjudul “Karakteristik Virologis dari SARS-CoV-2 Omicron BA.2.75” yang telah  diterbitkan di server pracetak bioRxiv.

Dalam terbitan tersebut menerangkan BA.2.75 memiliki tingkat pertumbuhan yang menguntungkan, di antara populasi manusia daripada sub varian Omicron sebelumnya.

Di mana ditemukan fakta bahwa virus dapat tumbuh di antara manusia, dalam kondisi dapat menimbulkan risiko kesehatan yang lebih besar.

Perihal ini juga dikatakan Dr Suresh Kumar, Direktur Medis Rumah Sakit LNJP bahwa BA.2.75 memiliki tingkat penularan lebih tinggi.

“Subvarian Omicron BA-2,75 telah ditemukan dalam laporan. Ini memiliki tingkat penularan yang lebih tinggi. Ini telah muncul dalam laporan studi dari 90 sampel yang dikirim. untuk pengurutan genom. Sub-varian baru ini juga menyerang orang memiliki antibodi dan juga mereka yang sudah divaksin Covid di dalam tubuhnya,” papar Dr Suresh seperti dilansir TimesofIndia, Kamis 11 Agustus 2022.

Pada studi ini juga menemukan bahwa BA 2.75 memiliki resistensi lebih tinggi terhadap kekebalan, yang diakibatkan oleh infeksi subvarian BA.5. BA.5 merupakan strain Covid dominan di banyak negara, dan menyoroti fakta bahwa BA 2.75 dapat segera mengambil alih strain yang lazim.

Menakutkan

Sesuai laporan oleh The Conversation, karena alasan BA 2.75 menjadi lebih umum di India, dia dijuluki sebagai menakutkan.

“BA.2.75 menakutkan. Tidak menyebar di mana pun selain beberapa provinsi di India tanpa BA.5 untuk bersaing. Akan ada varian baru lainnya yang perlu dikhawatirkan tetapi sepertinya ini bukan salah satunya ” terang Eric Topol seorang Dkter Ilmuwan.

Jumlah kasus Covid karena BA-2,75 relatif rendah di seluruh dunia. Subvarian BA.4 dan BA.5 saat ini merupakan strain virus yang dominan dan kasus pertama BA-2,75 pertama kali terdeteksi di India pada Mei silam.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *