- F054952CEF20F0CD41E9111C0F7F3DC2

Mahasiswa dibanting Polisi Saat Demo, PMA : Motto Humanis Hanya Slogan Semata

  • Bagikan
PMA Kota Depok saat melakukan aksi di depan Gedung DPRD Kota Depok. (Dok. PMA Kota Depok/Gerard)

Inilahdepok – Pemuda, Mahasiswa dan Aktivis (PMA) Kota Depok turut menyoroti aksi petugas kepolisian membanting salah satu mahasiswa UIN Banten yang diketahui bernama Faris Amrullah (21) saat berdemo di Gedung Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang, Tiga Raksa.

“Hak warga negara untuk menyampaikan pendapat di muka umum memang dilindungi oleh konstitusi, yakni dalam Pasal 28E UUD 1945. Lebih jauh mengenai mekanisme pelaksanaan penyampaian pendapat di muka umum diatur dalam UU No. 9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum (“UU 9/1998”),” kata Presiden PMA Kota Depok, Eliadda Daeli, Jumat (15/10).

Menurut El, Undang-Undang Dasar 1945 telah mengatur soal kebebasan berpendapat yakni tertuang dalam UU No. 9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum.

Selain itu, Peraturan Kapolri No. 16 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengendalian Massa, peraturan Kapolri No. 9 Tahun 2008 tentang Tata Cara Penyelenggaraan, Pelayanan, Pengamanan dan Penanganan Perkara Penyampaian Pendapat di Muka Umum serta Peraturan Kapolri No. 8 Tahun 2010 tentang Tata Cara Lintas Ganti dan Cara Bertindak Dalam Penanggulangan Huru Hara.

“Semua dasar hukumnya sudah jelas, bahwa pihak kepolisian dan atau oknum kepolisian yang sedang bertugas dalam pengamanan massa demonstrasi tidak memiliki hak untuk melakukan kekerasan, penganiayaan, pengeroyokan segala jenis tindakan kejahatan represif tidak dapat di terapkan pada saat bertugas,” paparnya.

El menyebutkan, Kapolri harus menindak oknum yang membanting mahasiswa saat berdemo tersebut.

Sebab, jika hal itu tidak dilakukan maka, akan mencoreng nama institusi Polri.

Terlebih, motto humanis yang melekat kepada kepolisian hanya akan jadi slogan semata.

“Hal ini, sangat mencoreng institusi kepolisian jika Kapolri tidak dapat melakukan pembinaan sampai pada tataran bawah keanggotaan kepolisian karena, sangat disayangkan motto humanis seakan-akan hanya sebagai slogan saja jika implementasi lapangan sangat jauh berbeda fakta hari ini,” tegas El.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *