- F054952CEF20F0CD41E9111C0F7F3DC2

Menantikan Pilihan Jokowi, Andika Atau Yudo Sebagai Calon Panglima TNI !

  • Bagikan
ilustrasi

Inilahdepok – Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahanto akan memasuki masa pensiunnya pada November 2021,dan di gantikan dengan calon Panglima TNI lainnya.

Hingga masa reses DPR yang jatuh pada 8 Oktober nanti, Presiden Joko Widodo atau Jokowi belum menyerahkan Surat Presiden terkait kandidat pengganti orang nomor satu di TNI.

Meski masa jabatannya baru berakhir di bulan Desember 2021, Namun Hadi akan berusia 58 Tahun di Bulan November nanti.

Sebagaimana termuat Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI, usia pensiun paling tinggi bagi Perwira adalah 58 Tahun.

“Akan ada suksesi Panglima TNI Pak Hadi Tjahjanto, yang pensiun pada tanggal 9 November nanti, artinya diharapkan sebelum tanggal 9 November TNI sudah punya Panglima yang baru,

walaupun saya katakan secara de jure bahwa Panglima TNI akan pensiun pada tanggal 1 Desember 2021 nanti,” kata Pimpinan DPR Lodewijk F.

Paulus di Kompleks parlemen Senayan, Selasa 5 Oktober 2021.

Sementara itu, Menteri Sekretariat Negara Pratikno mengatakan bahwa surpres calon Panglima TNI akan dikirim secepatnya ke DPR.

dia mengaku sudah berkoordinasi dengan Ketua DPR RI Puan Maharani terkait surpres pengganti Panglima TNI.

“Tadi kami juga sudah koordinasi dengan ibu ketua DPR untuk pengusulan surat panglima itu, yang jelas kita akan lakukan secepatnya dan ada waktu bagi DPR,” ujar Pratikno kepada wartawan, Rabu 29 Oktober 2021.

Anggota Komisi I DPR RI Tb Hasanuddin memprediksi surpres Panglima TNI akan dikirim Jokowi setelah PON XX di Papua.

Sebab, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto diberikan tugas sebagai penanggung jawab pengamanan PON.

“Tapi menurut prediksi kami karena Panglima TNI ditunjuk menjadi tanggung jawab dalam pengamanan PON XX di Papua terutama ketika ada tamu negara.

Maka menurut hemat saya Surat Presiden itu bisa jadi setelah PON,” tutur Hasanuddin kepada wartawan di DPR RI, Kamis 23 September 2021.

Dia menilai waktunya tidak mepet jika Supres dikirim setelah PON yang berakhir pada 15 Oktober 2021.

DPR bisa menggelar uji kelayakan dan kepatutan di antara tanggal 8-29 November 2021.

“Sehingga 1 Desember pak Hadi bisa melaksanakan pensiun. Serah terima bisa dilakukan pada Minggu kedua atau ketiga bulan. November 2021,” tutur Hasanuddin.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *