- F054952CEF20F0CD41E9111C0F7F3DC2

Malaysia Protes! Kapal China Masuk Zona Ekonominya di Laut China Selatan.

  • Bagikan
ilustrasi

Inilahdepok  – Pemerintahan Malaysia memanggil Duta Besar (Dubes) China untuk negara tersebut sebagai protes setelah kapal-kapal China memasuki zona ekonomi maritimnya di Laut China Selatan yang disengketakan.

Dilansir kantor berita AFP, Selasa (5/10/2021), Kementerian Luar Negeri Malaysia menyatakan bahwa dalam sebuah pernyataan,

bahwa Dubes China Ouyang Yujing dipanggil “untuk menyampaikan posisi Malaysia dan memprotes keberadaan dan aktivitas kapal China, termasuk kapal survei, di Zona Ekonomi Eksklusif Malaysia”.

Kementerian Luar Negeri Malaysia menuduh China melanggar hukum lokal dan internasional dengan kehadiran kapal-kapalnya di lepas pantai negara bagian Sabah dan Sarawak.

Pemanggilan pada Senin (4/10) tersebut adalah kedua kalinya tahun ini Malaysia telah memanggil Dubes Beijing untuk memprotes aktivitas China terkait dengan perairan yang diperebutkan itu.

Sebelumnya pada bulan Juni lalu, Malaysia mengerahkan jet-jet tempur untuk mencegat 16 pesawat militer China yang muncul di atas Laut China Selatan, di mana Malaysia memiliki klaim teritorial yang tumpang tindih dengan Beijing.

Malaysia menuduh China melanggar kedaulatannya, sementara Beijing mengatakan penerbangan itu adalah pelatihan rutin.

Hubungan Malaysia-China biasanya hangat tetapi telah terganggu oleh insiden-insiden yang meningkatkan ketegangan baru-baru ini di atas laut tersebut, yang menjadi jalur pelayaran utama dan diyakini menyimpan cadangan minyak dan gas yang kaya.

“Posisi dan tindakan konsisten Malaysia didasarkan pada hukum internasional, dalam membela kedaulatan dan hak berdaulat kami di perairan kami,” Tutur pernyataan Kementerian Luar Negeri Malaysia pada Senin (4/10).

China telah mengklaim hampir semua wilayah Laut China Selatan dan telah membangun banyak pos militer di pulau-pulau kecil dan atol, sehingga membuat marah negara-negara lain yang juga mengklaim perairan tersebut, termasuk Vietnam, Filipina, Brunei dan Taiwan.

Amerika Serikat juga telah mengirim kapal-kapal perang melalui perairan itu untuk menegaskan hak internasional atas kebebasan navigasi, hingga membuat marah China.

 

(op.id*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *