- F054952CEF20F0CD41E9111C0F7F3DC2

Wahhh ! 3.830 Positif COVID-19 yang Berkeliaran Akan Segera Dirujuk ke Fasilitas Isolasi.

  • Bagikan
ilustrasi

Inilahdepok  –   3.830 kasus positif COVID-19 yang terdeteksi berkeliaran di ruang publik ke fasilitas isolasi terpusat (isoter).

Tiga ribu orang yang menjalani isolasi mandiri akibat COVID-19 terdeteksi dari hasil pemindai QR Code aplikasi PeduliLindungi yang masuk kategori ‘hitam’.

Untuk menjaring positif COVID-19 yang berkeliaran tersebut, Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito menyampaikan, upaya dilakukan bersama Satgas setempat.

“Pemerintah berkomitmen dengan kerja sama bersama Satgas di fasilitas publik untuk segera merujuk orang yang terjaring atau masuk ke kategori ‘Hitam’ atau tergolong positif atau memiliki kontak erat untuk segera dipindahkan ke fasilitas isolasi terpusat terdekat,”ucap Wiku di Media Center COVID-19, Graha BNPB, Jakarta pada Selasa, 14 September 2021.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan per 12 September 2021, dari 29.110.825 orang sudah melakukan check-in melalui aplikasi PeduliLindungi, 3.830 di antaranya positif COVID-19 dan masih berkeliaran.

Hasil scanning 3.830 positif COVID-19 tersebut terbanyak mereka yang terdeteksi pada sektor aktivitas perdagangan, yakni mal/tenan mal 3.161 orang, diikuti di pabrik 348 orang.

tenan mal/outlet mandiri 63 orang, di sektor transportasi, khususnya stasiun dengan 63 positif COVID-19.

Positif COVID-19 Seharusnya Menjalani Isolasi

Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin Memberi tahu bahwa, penambahan kriteria warna ‘Hitam’ dalam PeduliLindungi untuk identifikasi kasus positif COVID-19 dan kontak erat.

“Hitam itu artinya positif Corona, tapi masih jalan-jalan. Ya, masih ada yang mau masuk mal, ke bandara, naik kereta, bahkan masuk restoran. Padahal, orang-orang ini adalah orang-orang yang sudah teridentifikasi positif COVID-19,” Ujarnya saat Rapat Kerja Bersama Komisi IX DPR RI pada Senin, 13 September 2021.

3.830 orang yang positif COVID-19 seharusnya tinggal di rumah saja (isolasi mandiri) atau diisolasi terpusat. Upaya tersebut agar mencegah penularan virus Corona.

“Dengan demikian, (dari yang positif COVID-19), kita bisa melacak mereka dan memastikan segera kita ambil untuk dilakukan isolasi,” lanjut percakapan Budi Gunadi.

(op.id*)

 

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *