- F054952CEF20F0CD41E9111C0F7F3DC2

BIN Bantah Server Internal di Serang Hacker, Semuanya Aman Terkendali!

  • Bagikan
Ilustrasi

Inilahdepok – Badan Intelijen Negara (BIN) membantah beredarnya kabar bahwa server institusinya diretas oleh hacker asal China seperti ramai diisukan akhir-akhir ini.

Deputi VII BIN, Wawan Hari Purwanto mengungkapkan bahwa pihaknya selalu melakukan kontrol secara berkala terhadap sistem yang sedang berjalan.

“Sampai saat ini server BIN masih dalam kondisi aman terkendali

dan tidak terjadi hack seperti ramai diisukan

bahwa server BIN diretas hacker asal China,”

kata Wawan seperti dikutip CNNindonesia, Selasa (14/9/2021).

Namun, Wawan mengatakan, sejumlah serangan siber terhadap BIN memang merupakan sesuatu yang wajar terjadi sebagai institusi negara.

Kini, ia tengah bekerja sama dengan Badan Siber dan Sandi Negara serta Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) RI.

Ia memaparkan, BIN saat ini tengah mendalami isu peretasan server di sejumlah Kementerian/Lembaga pemerintahan.

“BIN selalu melakukan pengecekan secara berkala

terhadap sistem yang berjalan termasuk server

untuk memastikan bahwa server tersebut

tetap berfungsi sebagaimana mestinya,” papar wawan.

Selanjutnya Wawan berharap agar masyarakat tak mudah percaya adanya informasi yang beredar.

Ia menyinggung agar masyarakat dapat berkaca dari kasus sebelumnya terkait adanya kebocoran data eHAC Kemenkes yang menurutnya merupakan berita bohong alias hoaks.

“Masyarakat diharapkan untuk tidak mudah mempercayai informasi yang berkembang dan tetap melakukan check, recheck, dan crosscheck atas informasi yang ada di masyarakat.

Hal ini perlu dilakukan mengingat sebelumnya juga muncul isu hoax kebocoran data eHAC,” tuturnya.

Sebagai informasi, adanya kabar peretasan jaringan internal 10 Kementerian dan Lembaga, termasuk BIN pertama kali dilaporkan oleh peneliti keamanan internet The Record, Insikt Group.

The Record pada Jumat (10/9/2021) melaporkan upaya peretasan ditemukan pada April 2021 oleh peneliti Inskit pertama kali.

Kala itu, mereka tengah mendeteksi server pengendali dan control malware PlugX yang dioperasikan Mustang Pandang.

Pada temuannya, server tersebut ternyata berkomunikasi dengan beberapa host dalam jaringan pemerintah Indonesia.

Mereka kemudian mengklaim bahwa telah memberi tahu temuan itu kepada pemerintah Indonesia pada Juni dan Juli 2021 tetapi tak ada direspon.

Peneliti Inskit juga belum mengetahui secara jelas mengenai metode ataupun target dari peretasan tersebut.

Namun, peretasan tersebut dikaitkan dengan upaya spionase Tiongkok dalam menghadapi situasi yang menghangat di Laut China Selatan.

Sumber: CNN

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *