- F054952CEF20F0CD41E9111C0F7F3DC2

Risma Tegur Bank di Riau: Bapak Dosa Lho, Buka Blokir Kartu Bansos!

  • Bagikan

Inilahdepok Nasional – Menteri Sosial Tri Rismaharini meminta kepada bank penyalur untuk membuka blokir sejumlah kartu bantuan sosial (Bansos) untuk keluarga penerima manfaat (KPM) di wilayah Provinsi Riau.

“Ini yang blokir pihak bank, Kemensos belum melakukan pemblokiran kartu. Kasihan bantuannya belum diambil, saya minta semua blokir dibuka hari ini. Kita buka semua blokir di Riau, kalau satu-satu susah nanti,” kata Risma saat adakan pertemuan dengan pendamping PKH, BPNT, Himbara penyalur dan Kepala Dinas Sosial se-Riau di Pekanbaru, Selasa (31/8/2021)seperti dikutip dari Antara.

Risma mengungkapkan berdasarkan data yang direkap, terdapat lima kabupaten/kota di Riau yang menyampaikan laporan tidak transaksi dan tidak terdistribusi tahap I dan II, yaitu di Pekanbaru, Pelalawan, Rokan Hulu, serta Indragiri Hilir, dan Kampar.

Risma menyampaikan, dari 72.766 keluarga penerima manfaat (KPM) KPH di lima daerah tersebut, pada tahap I terdapat 74 KPM tidak terdistribusi dan 202 KPM tidak bertransaksi.

Sedangkan pada tahap II, terdapat 822 KPM tidak terdistribusi dan 2.662 KPM tidak bertransaksi.

“Ini persoalannya….
banyak kartu yang belum didistribusikan dan terblokir.
Kok bisa belum didistribusikan, di mana kartunya sekarang?
Saya minta hari ini juga didistribusikan,
yang diblokir segara buka blokirnya.
Bapak dosa lho kalau tidak menyalurkan,
ini hak orang miskin,” tegas Risma.

Risma menjelaskan, Kebijakan tersebut pemerintah memberikan kemudahan untuk pencairan bantuan sosial dari Kementerian Sosial (Kemensos) untuk warga yang berada di daerah perairan dan pulau terpencil di Provinsi Riau.

Risma menambahkan jika pihaknya melakukan pendekatan geografis, konsepnya untuk warga yang berada di wilayah kepulauan, perairan dan terpencil.

Bank-nya jauh, sehingga pihak bank yang harus datang. Artinya, kata dia, supaya warga bisa mencairkan bantuan, bank harus mendatangi pulau tersebut, apalagi kalau punya nasabah 20-50 orang imbuhnya.

Baca Juga : Kemhan dan KPK Sepakati Kerjasama ‘Pendidikan Pelatihan Bela Negara’
Risma mencontohkan kasus di Pelalawan, Riau, ada satu penerima bansos yang belum bisa transaksi atau belum bisa mencairkan bantuannya karena masalah biaya transportasi.

“Sebab, biaya transportasi yang dikeluarkan
untuk naik pompong atau perahu mesin
tidak sebanding dengan bantuan yang akan diterima.
Selain itu, jarak tempuhnya mencapai 4 jam
untuk mencapai bank terdekat di provinsi tetangga,
Kepulauan Riau,” katanya.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *