- F054952CEF20F0CD41E9111C0F7F3DC2

Ini Penjelasan Soal Virus Covid-19 Varian Delta dan Penularanya

  • Bagikan
Masa Pandemi Corona Mau Sampai Kapan?

Inilahdepok.id –  Dokter spesialis paru dari Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI) Gatut Priyonugroho menjelaskan soal perbedaan Covid-19 Delta (dari India) dengan varian lain, antara lain pada tingkat penularannya.

“Virus Covid-19 varian alpha dari UK bisa menular dari satu orang kepada enam orang, dan varian delta dari satu orang menularkannya kepada delapan orang. Angka tersebut tidak saklek, tapi menggambarkan bahwa semudah itu varian Covid-19 yang baru menular,” katanya dalam webinar dengan tema Mengenal Lebih Dekat Covid-19 Varian Delta, Rabu (14/7/2021).

Dia juga menjelaskan, apabila seseorang yang sudah terinfeksi Covid-19 divaksinasi, maka antibodi naik, kecuali untuk varian delta. Saat seseorang terkena varian delta kemudian divaksin, maka keefektifannya tidak sebaik seseorang yang belum terkena jenis varian tersebut. Dia menyarankan pembersihan pada ruangan lebih utama daripada disinfeksi.

Baca Juga: Louis Owien Ditangkap Polisi Sebutkan Kematian Covid-19 karena Obat

“Kalau tangan kita kotor, jangan didisinfeksi saja tapi tidak dibersihkan. Bersihkan dulu menggunakan sabun, karena cara ini paling aman untuk merontokkan struktur virus yang hinggap pada tangan kita,” tukasnya.

Gatut menuturkan virus Covid-19 varian delta memilki gejala hampir sama dengan varian lainnya, yaitu demam (94%), batuk (79%), sesak (55%), berdahak (23%), nyeri badan (15%), lelah (23%), sakit kepala (8%), rinorea (7%), batuk darah (5%), diare (5%), anosmia (3%), dan mual (4%).

Baca Juga: PLN Depok, Ini-Jadwal Pemadaman Listrik 14 Juli

Jika seseorang terkena Covid ringan, pada umumnya ia baik-baik saja (0.1% memberat). Gatut meluruskan kesalahpaham di masyarakat bahwa penyintas Covid-19 (mereka yang sudah sembuh dari Covid-19) akan lebih kebal terhadap virus tersebut.

“Mereka yang pernah kena Covid-19 bukan berarti dia sudah menumbuhkan antibodi, tetapi itu juga tandanya dia terbukti rentan terkena Covid-19, karena virus itu cocok dengan tubuhnya sehingga mudah masuk. Maka kita juga cukup sering menemukan kasus orang yang terinfeksi virus Covid-19 untuk yang kedua kalinya,” tambahnya.

Ia mengungkapkan, berdasarkan informasi yang bersumber dari WHO, pasien dapat dikeluarkan dari isolasi setelah sepuluh hari positif SARS CoV2 (Asimptomatik), dan sepuluh hari sesudah on set gejala dan terbebas dari gejala (simptomatik).

“Masyarakat yang sudah terbebas dari isoman maupun isolasi di rumah sakit, harus tetap mematuhi protokol kesehatan dan menerapkan pola hidup bersih dan sehat,” pungkasnya.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *