- F054952CEF20F0CD41E9111C0F7F3DC2

Benarkan Vitamin D Bisa Cegah dan Memulihkan dari Virus Corona ?

  • Bagikan
ilustrasi vitamin D
ILUSTRASI Vitamin D.(ist)

Inilahdepok. id – Vitamin D bisa mencegah COVID-19 dan mempercepat pemulihannya. Benarkah begitu?

Mengutip dari Alodokter. Vitamin D tubuh untuk menjaga kesehatan tulang dan gigi. Vitamin ini juga bersifat antiradang dan antioksidan yang dapat meningkatkan kerja sistem imun, otot, dan saraf.

Kekurangan vitamin D dapat menyebabkan kelainan bentuk tulang pada anak-anak dan nyeri tulang pada orang dewasa.

Selain itu, kadar vitamin D yang rendah dalam tubuh juga dikaitkan dengan peningkatan risiko terjadinya pneumonia dan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) akibat virus.

Baca Juga: Mengenal Varian Baru Virus Covid-19 Lambda Cek di Sini

Dua kondisi ini sangat memengaruhi tingkat keparahan gejala pada penderita COVID-19.

Oleh karena itu, pemberian vitamin D untuk COVID-19 dipercaya mampu melawan infeksi virus Corona dengan cara meningkatkan kekebalan tubuh.

Efektivitas Vitamin D untuk COVID-19
Sampai saat ini, belum ada obat yang dapat menyembuhkan COVID-19.

Namun, pemberian suplemen, seperti vitamin D, dipercaya mampu membantu pengobatan dan mempercepat pemulihan penderita COVID-19, terutama penderita yang tidak bergejala atau mengalami gejala ringan.

Penelitian menunjukkan bahwa konsumsi vitamin D dengan kadar 10–25 mikrogram per hari dapat melindungi tubuh dari infeksi saluran pernapasan akut.

Baca Juga: Ini Penjelasan Soal Virus Covid-19 Varian Delta dan Penularanya

Selain itu, vitamin D untuk COVID-19 juga terbukti dapat menurunkan risiko terjadinya badai sitokin dan komplikasi lain terkait peradangan.

Vitamin D pun diketahui bisa menurunkan risiko terjadinya hipoksia dan penurunan kesadaran pada penderita COVID-19, serta kematian pada penderita yang berusia di atas 40 tahun.

Sebaliknya, kekurangan vitamin D diketahui dapat meningkatkan keparahan penyakit COVID-19, terutama pada penderita obesitas dan diabetes.

Namun, sayangnya, beberapa hasil di atas hanya berdasarkan penelitian dalam skala kecil. Oleh karena itu, masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk memastikan efektivitas vitamin D untuk COVID-19, baik dalam pencegahan maupun pemulihan.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *