- F054952CEF20F0CD41E9111C0F7F3DC2

Pabrik Besi di Depok Terbakar, Warga Angkat Mobil Bak untuk Beri Jalan Pemadam

  • Bagikan
MENJINAKAN : Petugas Dinas Kebakaran Kota Depok tengah padamkam api yang menghaguskan satu ruang kelas sekolah taman kanak-kanak (TK) Al Fathony perumahan Pondok Tirta Mandala depan Blok N 4 RT 04 RW 26, Kelurahan Sukamaju, Cilodong.

Inilahdepok.id – Terjadi kebakaran di pabrik pengolah besi, PT Agsen Indotama Sukses, Rabu (7/7/2021).  Kemarin.

Pabrik berlokasi di Jalan Tole Iskandar nomor 76, Sukamaju, Cilodong, Kota Depok. Posisinya, tepat disamping Perumahan Pondok Tirta Mandala.

Kabid Penanggulangan Bencana Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kota Depok, Denny Romulo menuturkan, tidak ada korban jiwa ataupun luka-luka dari peristiwa ini.

“Penyebab kebakarannya korsleting listrik,” ungkap Denny, Rabu (7/7/2021).

Baca Juga: https://inilahdepok.id/2021/06/07/diduga-arus-pendek-penyebab-kebakaran-rumah-satu-orang-tewas-di-depok/

Menurut Denny, pihaknya menerima laporan dari warga bernama Eko pukul 12.50 WIB. Lalu tiba di lokasi kejadian pukul 12.55 WIB.

“Setelah hampir 2 jam berusaha memadamkan api, akhirnya kondisi dapat dikendalikan sekita pukul 14.50. 14.55 nya tim kembali ke kantor,” katanya.

Untuk memadamkan api, Damkar Depok menurunkan 25 personel yang bersenjatakan 4 unit mobil pemadam kebaran.

Baca Juga: https://inilahdepok.id/2021/04/17/ada-lagi-nih-dugaan-korupsi-di-dinas-pemadam-kebakaran-depok/

Kelima mobil pemadam yang dikerahkan terdiri dari 2 unit kendaraan berukuran 1.000 liter dan 3 unit ukuran 3.500 liter. “Mereka bergerak dibawah koordinasi komandan regu Denny Syahrizal,” ucap Denny.

“Si jago merah” melahap bangunan pabrik seluas 200 meter, dari total 2.500 meter luas keseluruhan area.

Denny mengaku belum mengetahui taksiran kerugian akibat peristiwa ini.

“Masih dalam penyelidikan, imbuhnya,” katanya.

Menurut keterangan warga yang melihat kejadian, Agus, puncak kebakaran terjadi pukul 14.00 WIB.

“Warga sini sadar ada kebakaran, setelah apinya gede. Asapnya juga tinggi. Hitam,” terangnya.

Dibantu Warga

Agus sempat khawatir kobaran api akan merembet ke pemukiman warga, sebab bangunan pabrik yang terbakar hanya berjarak 50-an cm dari rumah warga.

“Kalau pemadam telat sedikit lagi saja, pasti kebakar habis kontrakan 20 pintu yang persis disamping api,” tuturnya.

Agus dan warga sekitar tidak ikut memadamkan api. Namun mereka berkontribusi membukakan jalan untuk pemadam kebakaran.

Dia menceritakan, akses jalan ke titik api sempat terhalang mobil-mobil yang parkir di depan deretan kontrakan. Sehingga mobil padam tidak bisa masuk untuk memadamkan api.

“Yang punya mobil tidak tahu kemana, pemadam gak bisa lewat. Ya kami angkat saja mobilnya sama-sama,” katanya.

 

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *