- F054952CEF20F0CD41E9111C0F7F3DC2

Sekolah Relawan Resmikan TTS Korban Terdampak Banjir NTT

  • Bagikan
Peresmian rumah sementara korban banjir
Acara peresmian TTS bagi korban banjir bandang dihadiri para relawan dan warga, Asisten bagian pemerintahan, Camat dan Kepala Desa Waiburak, NTT turut datang untuk penandatanganan serah terima bantuan Tempat Tinggal Sementara.(ist)

Inilahdepok.id – Sebanyak 50 Kepala Keluarga (KK) di Desa Waiburak, Adonara Ttimur, Flores Timur, NTT bisa lega karena telah menerima bantuan berupa Tempat Tinggal Sementara (TTS).

Mereka adalah korban bencana banjir bandang Nusa Tenggara Timur (NTT). Bantuan berupa TTS ini sudah diresmikan dan dananya dari penggalangan dana oleh  influencer Rachel Vennya melalui kitabisa.com yang dibantu 20 ribu orang baik di Indonesia.

Melalui keteranganya, Sekolah Relawan hadir membersamai sejak fase emergency hingga proses recovery dalam pembangunan  TTS.  Sekolah Relawan tidak bergerak sendiri, bersinergi dengan Yayasan Lamahala Peduli Umat ( Lampu) NTT dan semangat gotong royong warga, Tempat Tinggal Sementara bisa dirampungkan dalam kurun waktu 3 bulan pengerjaan.

Acara peresmian ini tidak hanya dihadiri para relawan dan warga, Asisten bagian pemerintahan, Camat dan Kepala Desa Waiburak turut datang untuk penandatanganan serah terima bantuan Tempat Tinggal Sementara.

CEO Sekolah Relawan, Dony Aryanto, merilis pernyataan resmi saat ditemui di kantor Sekolah Relawan, pada 4 Juli 2021, di Beji, Depok.

Rumah tinggal sementara
Rumah Tempat Tinggal Sementara (TTS) di NTT.(ist)

“Sekolah Relawan berkomitment untuk menghadirkan solusi bagi masyarakat terdampak bencana, Tempat Tinggal Sementara didedikasikan untuk masyarakat Adonara Timur sebagai langkah awal untuk bangkit kehidupannya,” kata dia melalui keterangan yang diterima Inilahdepok.id, Senin, (5/7/2021).

Prinsip Tempat Tinggal Sementara dibuat terintegrasi yang dilengkapi dengan fasilitas umum seperti tempat ibadah, toilet, ruang serba guna, area bermain anak, hingga pipanisasi air bersih.

Tujuan TTS ini tidak hanya untuk memenuhi shelter sementara (6-12 bulan), tapi juga diharapkan mampu mempercepat pemulihan masyarakat dari segi sosial maupun ekonomi.

Salah satu warga yang menempati Tempat Tinggal Sementara (TTS), Nuna mengutarakan rasa bahagianya.

“Terimakasih banyak atas bantuan rumah sementara ini, kita rasa nyaman berada di sini, karena untuk kami yang terdampak banjir dan rumah kami hanyut, dengan adanya rumah ini kami jadi bisa beraktivitas kembali seperti biasa,” ungkap Nuna. ***

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *