- F054952CEF20F0CD41E9111C0F7F3DC2

Catat Ya, Ini Peraturan PPKM Darurat Jawa -Bali Bagi Warga Depok

  • Bagikan
Ilustrasi

Inilahdepok. id – Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di wilayah Jawa dan Bali mulai hari ini atau 3 Juli 2021. 

Ada beberapa peraturan wajib dilakukan bagi masyarakat Kota Depok, Jawa Barat. Hal ini demi kesehatan bersama menghadapi pandemi Covid-19.

PPKM Darurat Wilayah Jawa- Bali. Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Kota Depok menyatakan dukungan penuh sesuai dengan Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 15 Tahun 2021.

PPKM Darurat Covid-19 dilakukan dengan menerapkan pembatasan kegiatan.

Pertama, pelaksanaan kegiatan pada sektor non esensial diberlakukan 100 persen Work From Home (WFH).

Kedua, pelaksanaan kegiatan belajar mengajar (sekolah, perguruan tinggi, akademi, tempat pendidikan atau pelatihan) dilakukan secara daring atau online.

Ketiga, kegiataan esensial seperti keuangan dan perbankan, pasar modal, sistem pembayaran, teknologi informasi dan komunikasi, perhotelan non penanganan karantina COVID-19, dan industri orientasi ekspor diberlakukan 50 persen.

Dengan maksimal staf Work From Office (WFO) dengan protokol kesehatan secara ketat.

Sedangkan untuk kritikal seperti energi, kesehatan, keamanan, logistik dan transportasi, industri makanan, minuman dan penunjangnya, petrokimia, semen, objek vital nasional, penanganan bencana, proyek strategis nasional, konstruksi, utilitas dasar (listrik dan air), serta industri pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat sehari-hari diberlakukan 100 persen maksimal staf WFO, dengan protokol kesehatan secara ketat.

Kemudian, untuk supermarket, pasar tradisional, toko kelontong dan pasar swalayan yang menjual kebutuhan sehari-hari dibatasi jam operasional sampai pukul 20.00 waktu setempat dengan kapasitas pengunjung 50 persen. Sementara apotik dan toko obat dapat buka selama 24 jam.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *