- F054952CEF20F0CD41E9111C0F7F3DC2

Peningkatan Kasus Covid 19, Kemenko PMK Gelar Koordinasi Penguatan Kolaborasi Multipihak

  • Bagikan

Inilahdepok.id – Pandemi Covid 19 masih belum mereda. Bahkan, pada bulan Juni 2021, kasus semakin meningkat di seluruh daerah di Indonesia terutama Pulau Jawa dan Bali.

Gentingnya kondisi pandemi memerlukan respon cepat dan kolaboratif. Maka dari itu, Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) melalui Asisten Deputi Kedaruratan dan Manajemen Pasca Bencana, Nelwan Harahap, mendorong penguatan kolaborasi multipihak penanganan Covid 19.

“Sebagaimana arahan Presiden Joko Widodo bahwa Covid 19 adalah bencana yang belum ada bandingnya dalam sejarah, mengharuskan kita bekerja cepat, inovatif dan kolaboratif dengan seluruh elemen. Kita perlu berkoordinasi menguatkan semua sendi kolaborasi agar bergerak bersama dan saling melengkapi untuk menjawab panggilan kemanusiaan”, tutur Asisten Deputi Nelwan saat membuka Rapat Koordinasi Penguata Kolaborasi Klaster Nasional Penanggulangan Bencana yang diikuti oleh berbagai Lembaga Swadaya Masyarakat dan perwakilan instansi pemerintah, di Kantor Kemenko PMK, pada Jumat (2/7/2021) dikutip Inilahdepok. id dari situs resmi Kemenko PMK.

Berbagai temuan masalah, inovasi solusi dan best practice saling dibagikan oleh masing-masing klaster nssional penanganan Covid-19, yakni dari klaster logistik, klaster kesehatan, klaster penanganan pengungsi, dan klaster pendidikan.

Produksi Oksigen Normal

Perwakilan Klaster Logistik, Direktur Optimasi Jaringan Logistik dan Peralatan BNPB mendorong pemetaan potensi dari setiap lembaga berbasis wilayah kerja dan memusatkan pemanfaatan tugas dan fungsi dari lembaga tersebut dalam penanganan Covid 19 khususnya dalam hal logistik.

Lebih spesifik, World Food Programe (WFP) menjelaskan bahwa kebutuhan barang saat ini adalah tabung oksigen yang menipis, meskipun produksi oksigen masih normal.

Menyetujui usulan tersebut, Klaster Kesehatan yang diwakili Pusat Krisis Kementerian Kesehatan siap membuka kesempatan untuk berkolaborasi dengan berbagai lembaga termnasuk non pemerintah dalam penanganan Covid 19.

Sebagai tambahan, pihaknya juga melaporkan bahwa saat ini Kemenkes sedang berupaya untuk penyediaan tabung oksigen serta penyiapan berbagai kebutuhan kesehatan masyarakat.

Menguatkan upaya Klaster Kesehatan, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyampaikan bahwa komunikasi risiko, akselerasi vaksin dan pelibatan masyarakat menjadi kunci dalam mengatasi tantangan yang saat ini dihadapi dalam proses penanganan Covid 19.

Pemerintah Dukung Penelitian Sel Dendritik untuk Penanganan COVID-19

Pihaknya juga menyebut Tren isolasi mandiri (isoman) akan meningkat karena shelter dan Rumah Sakit terbatas, sementara kecepatan penyebaran covid lebih cepat daripada upaya membangun shelter.

Untuk itu perlu dukungan obat dan vitamin yang langsung didistribusikan Kemenkes langsung ke Kabupaten.

Kecepatan ini sangat diperlukan, karena fakta di lapangan menunjukkan jumlah kematian pasien Covid 19 yang isoman semakin meningkat.

Di sisi lain, anggota Klaster Pengungsi dan Perlindungan menyampaikan beberapa poin evaluasi yang harus diperhatikan.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *