- F054952CEF20F0CD41E9111C0F7F3DC2

Pengamat UI : Janji Kampanye Capres ‘Dibayar Dimuka’. Caranya ?

  • Bagikan
Ilustrasi

Inilahdepok.id – Kontestasi pilpres 2024 menghangat dalam sebulan ini pasca munculnya dipermukaan friksi di internal PDIP Perjuangan ketika Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo tidak diundang dalam acara  pertemuan kader dan pejabat daerah dari  PDI Perjuangan se- Jawa Tengah.

Menyikapi hal tersebut, pengamat politik dari Universitas Indonesia (UI) Herryansyah MBA menyarankan agar publik dan elit parpol tidak terjebak euforia figur capres yang besar karena survey.

Apalagi, ditengah persoalan ekonomi dan hutang luar negeri pemerintah dan BUMN yang sudah dalam status “lampu kuning” lebih Rp8000 trilyun tahun 2021, dan berpotensi menjadi 10.000 trilyun diakhir tahun 2024.

“Kita jangan terjebak pada euphoria figure capres yang besar di survey. Jika fokus pilpres 2024 kagum pesona capres, tapi ujungnya capres terpilih malah menambah utang negara dengan berbagai macam alasan kebijakan itu namanya ngeles,” kata Hery dalam sebuah perbincangan di Depok, Rabu, (15/6/2021).

““Itu sama dengan menggiring anak cucu kita kedalam jurang kesusahan yang tidak berkesudahan pasca 2024,” jelas Herry.

Menurutnya, figur capres 2024 tidak perlu sibuk bermain medsos dan pencitraan, tapi yang dibutuhkan adalah sosok yang memiliki jaringan keuangan luar negeri, kecakapan finansial, ataupun modal yang cukup, mampu menyelesaikan persoalan utang negara.

Pengamat Politik Universitas Indonesia (UI) Herryansyah MBA

“Dear capres 2024 !  Capres siapapun Anda bahkan diusung partai hantu blauk dari hutan belantarapun , akan saya pilih dan kampanyekan dengan syarat dia bisa kongkrit menegoisasikan utang RI dan bunganya sebelum 2024. Juga network finansial luar negeri yang kuat buyback (membeli kembali) surat utang RI yang jatuh tempo 2021-2024. Itulah yang harus dipilih jadi presiden 2024, “jelas Herry.

Herry mengaku dirinya masih berpandangan positif dan meyakini bahwa utang jumbo era Jokowi yang saat ini digunakan untuk mempercepat pembangunan infrastruktur.

Untuk itu, Herry beraharap calon presiden berikutnya harus bisa memberi solusi kongkrit penyelesaian utang negara.

“Pemerintahan saat ini berutang jumbo mempercepat pembangunan infrastruktur yang dirasakan nyata. Jadi jika capres 2024 hanya ingin menjabat saja dan tidak mau ikut memikirkan solusi utang pemerintah saat ini. Anak alay & ABG juga bisa daftar nyapres 2024,” sindirnya.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *