- F054952CEF20F0CD41E9111C0F7F3DC2

Kasus Covid-19 Masih Tinggi, DPRD Depok Ingin Tunda PTM

  • Bagikan
Sidang Paripurna 'Pidato Kenegaraan Presiden, Hanya Hadir 25 Anggota DPRD Depok

Inilahdepok.id – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD)  Kota Depok berniat menunda pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) tahun ajaran 2021-2022 mendatang.

Anggota Komisi D DPRD Kota Depok, Habib Syarif Gasim Husin Al Attas menyebutkan, wacana penundaan muncul setelah pihaknya melihat tren kasus Covid-19 di Depok masih tinggi.

“Ada rencana untuk PTM di bulan Juli 2021 ya. Tapi keadaan sedang tidak memungkinkan untuk itu,” papar Habib Gasim.

Dia menyadari banyak penundaan PTM akan menuai pro dan kontra dari masyarakat. Namun saat ini, kata Habib, hal utama yang harus diprioritaskan adalah keselamatan warga Kota Depok.

“Kami mengerti kalau anak-anak kita sudah rindu bersekolah dan bertemu dengan teman-temannya. Tapi kalau dipaksakan, resiko yang akan kita pertaruhkan adalah keselamatan putra dan putri kita,” imbuhnya.

Habib mengaku belum tau  sampai kapan penundaan ini akan berlangsung. Yang pasti, sambungnya, semester baru yang dimulai Juli nanti masih menggunakan sistem pembelajaran daring.

“Kemungkinan besar akan ditunda. Tapi sampai kapan penundaannya, masih harus kami bahas di komisi dan leading sector lainnya. Termasuk Dinas Pendidikan,” terangnya.

Menurut Habib, vaksinasi anak menjadi salah satu kendala utama yang dihadapi pihaknya dalam pembahasan terkait PTM. Meski pemerintah sudah menggenjot vaksinasi untuk guru, belum ada vaksin untuk anak-anak usia PAUD, TK atau SD.

“Seandainya ada guru yang terkonfirmasi positif Covid-19, anak-anak yang rentan akan positif juga. Inilah salah satu pertimbangan kita untuk menahan, agar jangan sampai mereka tertular dan menularkan,” tuturnya.

Habib memohon maaf kepada orang tua yang mungkin keberatan dengan penundaan PTM ini. Dia berharap, semua pihak bersabar sampai pemerintah dapat mengendalikan penularan Covid-19 secara tuntas.

“Doakan dan support kami agar bisa terus berjuang demi keselamatan warga kota depok. Baik usia dini, maupun untuk lanjut usia yang sama-sama rentan terhadap Covid-19,” pungkasnya.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *