- F054952CEF20F0CD41E9111C0F7F3DC2

33 Orang Positif Covid-19 di Bekasi dari Klaster Hajatan

  • Bagikan
Terus Meningkat, 15 Orang di Depok Positif Corona ( Covid-19)

Inilahdepok.id – Muncul klaster hajatan di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat membuat respsi pernikahan dilarang sementara oleh aparat keamanan, sebab, sebanyak 33 warga di Perumahan Villa Mutiara Gading 1 RT 3 RW 18, Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi terkonfirmasi positif Covid-19 setelah terpapar dari klaster hajatan.

“Diharapkan pelaksanaan hajatan pernikahan kalau memang tidak memenuhi syarat protokol kesehatan jangan dipaksakan untuk dilaksanakan. Jadi sekarang tidak diperkenankan resepsi pernikahan, apalagi resepsi itu dilakukan di perumahan, di rumah, bukan di gedung,” kata Kapolres Metro Bekasi Kombes Hendra Gunawan, dikutip dari Harian Sederhana- jaringan Inilahdepok.id.

Hendra menuturkan, sejak awal sudah ada aturan perihal pelaksanaan resepsi pernikahan di Kabupaten Bekasi. Merujuk pada aturan PPKM berskala mikro, resepsi pernikahan yang diadakan di sebuah gedung hanya diizinkan dihadiri maksimal 25 persen dari kapasitas gedung.

Kini, dengan munculnya klaster hajatan yang mengakibatkan puluhan warganya positif Covid-19, aturan menggelar resepsi pernikahan diperketat. Selain melarang acara resepsi pernikahan, acara akad nikah pun akan diperketat pengawasannya.

“Resepsi dilarang, akad nikah boleh. Akad nikah pun dibatasi orangnya tidak lebih dari tujuh orang. Maksimal 10 orang lah,” katanya.

Aturan membuat acara seperti resepsi pernikahan awalnya bisa diperlonggar merujuk pada kondisi penyebaran Covid-19 di daerah tersebut. Namun Hendra mengatakan kini semua daerah harus diperlakukan layaknya zona merah untuk mencegah munculnya klaster baru penyebaran virus Covid-19.

“Saat ini kita tidak bisa menentukan satu wilayah merah, kuning, hijau, oranye, karena semua berpotensi menjadi merah. Jadi untuk mencegah lebih baik semua memperlakukan PPKM mikro, tidak mengadakan hajatan,” ujar Hendra.

Sementara itu, warga Desa Setia Asih dan khususnya warga Perumahan Villa Mutiara Gading, Desa Setia Asih, Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi untuk sementara dilarang mengadakan hajatan pernikahan dan sejenisnya.

Imbauan itu disampaikan Penanggung Jawab atau Pj Kepala Desa (Kades) Setia Asih, Dede Firmansyah menyikapi kejadian 33 warga perumahan Villa Mutiara Gading yang terpapar Covid-19.

“Saya harap dengan kejadian ini semua bisa mengambil hikmah dan pelajaran bahwa Covid-19 masih ada,” kata Dede Firmansyah.

Dede mengimbau agar masyarakat menjaga protokol kesehatan dengan baik. Yakni 5M, memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan dan mengurangi mobilitas.

Pemerintah Desa Setia Asih juga bersama Kecamatan Tarumajaya, Polsek dan Koramil rutin selalu mengingatkan warga akan penerapan protokol kesehatan.

“Kita sebenarnya sudah sering dan rutin mengingatkan, adanya ini kita akan tingkatkan kegiatan woro-woro berikan imbauan sosialisasi agar warga pakai masker patuh prokes,” imbuh dia.

Terkait dengan munculnya klaster hajatan atau pernikahan, Dede menegaskan tidak ada tembusan atau pemberitahuan atas digelarnya resepsi pernikahan tersebut ke pihak desa.

Maka itu, Satgas Covid-19 langsung melakukan swab terhadap warga yang menggelar resepsi pernikahan tersebut dan kepada warga yang menghadirinya.

“Makanya itu dapatkan warga positif corona, total hingga sore ini ada 33 warga. 32 dibawa ke lokasi isolasi terpusat di Hotel Ibis Cikarang dan satu warga karena bergejala dibawa ke Rumah Sakit Ananda Babelan,” bebernya.

Dede juga mengungkapkan hasil kesepakatan pihak desa, Polsek dan Koramil Tarumajaya kegiatan resepsi pernikahan untuk sementara waktu tidak diperbolehkan di wilayah Desa Setia Asih.

“Kemarin intruksinya itu di wilayah Desa Setia Asih tidak boleh gelar hajatan apalagi di wilayah Perumahan Villa Mutiara Gading ini. Juga termasuk kegiatan apapun yang menimbulkan kerumunan,” tandasnya.

 

 

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *