- F054952CEF20F0CD41E9111C0F7F3DC2

Kasus Covid-19 Landai, Walkot Depok: Sedikit Lagi Alun-alun Kita Buka

  • Bagikan
Hiburan Rakyat Bakal Ramaikan Peresmian Alun-Alun Kota Depok, Esok 12 Januari

Inilahdepok.id – Kondisi penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19) semakin melandai di Kota Depok. 

Melihat kondisi ini Pemerintah Kota Depok bersiap mengambil kebijakan untuk kembali membuka alun-alun tentunya dengan tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes).

“Sedikit lagi alun-alun akan kita buka, tapi dengan prokes. Kita akan coba, tes kedisiplinan, tingkat kepatuhan masyarakat. Kalau nggak sesuai prokes, kita tutup lagi nanti,” ungkap Wali Kota Depok, Mohammad Idris.

Wali menyampaikan sudah kumpulkan dinas-dinas terkait berkaitan dengan rencana pembukaan alun-alun.

Dikatakannya, dalam konteks PSBB proporsional, memang pembukaan alun-alun belum diperkenankan untuk dibuka.

Namun, dirinya sudah menanyakan perihal beberapa tempat wisata di luar Depok yang sudah mulai dibuka.

“Saya tanyakan Kebun Raya ditutup sebagian dan dibuka sebagian. Kebun Binatang juga sudah dibuka, termasuk Monas dan Taman Mini walaupun tidak semuanya. makanya proporsional ini kami komunikasikan kepada dinas terkait untuk mengevaluasi,” jelasnya.

Berdasarkan evaluasi, katanya lagi, yang membuat kesulitan untuk mengatur warga adalah akses untuk keluar masuk, yaitu pagar.

Tanpa adanya pagar memang membuat masyarakat bisa memasuki area alun-alun sangat mudah.

“Ini akan kita wujudkan mudah-mudahan dalam sebulan ini akan ada upaya untuk menyelesaikan persoalan kedisiplinan warga. kalau pun dibuka akan dilakukan bertahap,” tuturnya.

Adanya rencana pembukaan alun-alun juga didasari tingkat kepatuhan dan kedisiplinan masyarakat dalam menerapkan prokes di kesehariannya yang sudah terbukti cukup baik saat Ramadan dan Idulfitri. Hal tersebut diharapkan dapat terus dipertahankan.

Lebih lanjut Idris menuturkan, berkat kepatuhan masyarakat dan pengetatan yang dilakukan pemerintah pada saat momen Idulfitri dan juga pelaksanaan tarawih, di Kota Depok pasca-Idulfitri tidak ada lonjakan kasus Covid-19.

“Memang masih ada (yang terpapar Covid-19), tapi yang sembuh alhamdulillah, berkat doa-doa kita semua sudah semakin banyak,” katanya.

“Ini karena kerja keras kita semua dan kesadaran masyarakat. Kalau ada masyarakat yang masih suka ngomel, biarkan. Ada yang bilang masa Idulfitri dilarang, kita nggak larang. Hanya, tolong diperhatikan masalah protokol kesehatan,” tegasnya.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *