- F054952CEF20F0CD41E9111C0F7F3DC2

PTM Tunggu Rekom Satgas Covid, Komisi D: Kami Sepakat

  • Bagikan
Kondisi belajar siswa tak nyaman dan berdesakan

Inilahdepok.id  – Menangapi rencana pembelajaran tatap muka (PTM) di Kota Depok di tengah pandemic Covid-19 dan menunggu respon Satgas Covid-19. Anggota Komisi D DPRD Depok Farida Rachmayati menegaskan bahwa PTM dilakukan secara bertahap untuk mengantisipasi munculnya klaster baru.

“Ini memang perlu detail perencanaannya.  Kami sepakat Disdik Depok bersinergi dengan Satgas Covid dalam hal ini. Yg secara rutin memiliki analisa  dan update day by day tentang situasi covid,” kata Farida ketika dikonfirmasi, Jumat (28/5/2021).

Kondisi pandemic Covid-19 masih terus terjadi, ia menyarankan dan sesuai arahan Kemendikbud bahwa harus ada kombinasi antara PTM dan pembelajaran jarak jauh (PJJ).

Jadi tegas dia, tidak full pembelajaran tatap muka di sekolah.

“Dengan kata lain PTM tahap awal ini untuk penjajakan. Mencoba membaca situasi lapangan dan kemudia  melakukan penyesuaian. Disdik Depok memang harus bisa menyiapkan opsi opsi kebijakan,” tegas Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Selain itu ia menyarankan agar sistem PJJ yang selama ini berjalan di tengah pandemi lebih dari satu tahun harus terus diupgrade. Sehingga kata dia, keberlangsungan pendidikan yang berkualitas tetap dapat diberikan kepada siswa.

“Pada sisi lain hak keberlangsungan tumbuh kembang anak dan hak hidup juga terjamin,” ungkap Farida.

Kepala Dinas Pendidikan Mohammad Thamrin mengatakan, pembelajaran tatap muka (PTM) di Kota Depok akan dilakukan pada Juli mendatang, namun masih menunggu rekomendasi dari Satgas Penanganan Covid-19.

“Sampai saat ini kami (Disdik) masih menunggu rekomendasi dari Satgas Covid-19,” kata Thamrin dikutip dari situs resmi, Jumat (28/5/2021).

Ia melanjutkan, persiapan PTM tentu Disdik akan terus berkoordinasi dan direncanakan akan melaksanakan rapat koordinasi pada Juni mendatang.

Untuk persiapan PTM kata dia lagi, pihaknya terus menggalakan vaksinasi kepada tenaga pendidik dan kependidikan. Targetnya sebesar 70 sampai 80 persen dari jumlah total 18.000 guru.

“Berdasarkan data kami, sudah ada 8.500 tenaga pendidik dan kependidikan yang divaksin. Target kami 13.000-an yang akan divaksin sampai akhir Juni,” terangnya.

 

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *