- F054952CEF20F0CD41E9111C0F7F3DC2

Produk Az Zikra Di-black Campaign di Medsos Ada Perubahan Kemasan

  • Bagikan

Inilahdepok. id – Produk madu dan herbal milik Az Zikra di-black campaign oleh seseorang di media sosial (medsos) hal itu membuat pihak perusahaan tersebut merugi miliaran rupiah.

Black campaign di medsos tersebut menerangkan bahwa kemasan produk Az Zikra berubah, padahal berdasarkan keterangan manajemen Az Zikra tidak ada perubahan sama sekali.

Selain itu juga, pihak perusahaan Az Zikra pun meluruskan kalau pemilik resmi dari produk tersebut adalah Muhammad Ja’far Audah.

“Pemilik Az Zikra adalah Muhammad Ja’far Audah, merek Az Zikra sudah terdaftar di Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI). Secara yuridis dan sertifikat merek ya jelas ada,” tutur Fachri melalui keterangannya.

Selama ini, kata dia, banyak kompetitor yang mengunakan merek Az Zikra, baik tulisan dan pengucapan yang sama. Dia menegaskan produk tersebut adalah palsu bila ada yang mengatasnamakan merek Az Zikra.

“Bagi mereka yang menggunakan merek kami tanpa izin. Kami akan melakukan tindakan hukum. Kami ingin meluruskan bahwa pemilik merek Az Zikra adalah Muhammad Ja’far Audah,” kata dia.

Pihaknya pun akan mengambil tindakan hukum pihak-pihak yang melakukan pemalsuan atau pencatutan terhadap mereknya. Apalagi Muhammad Jafar Audah memiliki bukti secara yuridis serta sejumlah sertifikat terkait hak milik merek Az Zikra.

“Jadi di luar sana yang memakai tanpa izin atau menggunakan merek Az Zikra itu palsu, jelas kami akan melakukan tindakan-tindakan hukum nantinya,” kata Fachri.

Adapun produk Az Zikra dibawah pimpinan Muhammad Ja’far Audah adalah kategori madu dan herbal, bukan air mineral. Fachri kembali menegaskan, pihaknya tak ingin menyebut pihak-pihak yang diduga telah melakukan pelanggaran terkait hak cipta ini.

“Itu kami serahkan ke Dirjen HAKI yang meluruskan, karena mereka yang mempunyai kompetensi. Yang jelas kami pemilik sah secara hukumnya, menyangkut kelas 30 dan kelas 5 itu menyangkut madu dan herbal, milik Muhammad Ja’far Audah,” terangnya.

Lebih lanjut ia mengaku, sudah memproses sejumlah orang yang melakukan pemalsuan atau pencatutan label. Persoalan ini, katanya, muncul sejak Ustaz Arifin Ilham meninggal dunia.

“Produk lain itu muncul awal tahun ini. Tapi sejak almarhum meninggal sudah banyak produk-produk palsu, bahkan kita sudah laporkan ke Polda Jawa Barat,” terangnya.

Fachri mengancam, akan ada laporan susulan atas dugaan pelanggaran itu.

“Kalau yag disomasi sudah banyak. Bahkan kita sudah bikin laporan kok. Nanti di Polda Metro Jaya juga akan kita bikin. Sudah kita laporkan sementara lima pelaku yang ditangani Polda Jabar,” katanya.

Dari hasil pengawasan sementara, kata Fachri, sudah ada sekira 50 kasus yang akan ditindaklanjuti secara bertahap.

“Ini (kasusnya) tersebar di Jabodetabek. Total yang terindikasi hampir 50 kasus yang sudah kami pantau dan akan ditindaklanjuti,” katanya.

Produk Az Zikra Tak Ada Perubahan

Sementara itu, Arin selaku Direktur Kreatif Marketing Az Zikra mengatakan, setelah Ustaz Arifin Ilham meninggal, pihaknya bukan hanya mengalami black campaign tapi juga banyak produk yang dipalsukan.

“Kalau untuk yang memalsukan sudah kita laporkan karena merugikan kita dan konsumen. Banyak yang komplain. Kita ingin menegaskan bahwa kami akan terus mengawasi,” tegasnya.

Ia menjelaskan, bahwa produk madu dan herbal Az Zikra yang asli akan tersegel dan ada label perusahaan dibawah naungan ABI Group.

“Intinya madu Az Zikra tidak pernah berubah sedikitpun,” ujarnya.

Arin menegaskan kemasan Madu Az Zikra tidak ada perubahan nama dan kemasan sejak tahun 2013. Dengan adanya black campaign ini Az Zikra mengalami kerugian yang cukup besar. Bahkan kata dia, distributor tidak percaya bahwa tidak ada pergantian merek.

“Az Zikra kita tidak ada perubahan kemasan. Ini tentu menjadi kerugian bagi kami. Para distributor tidak percaya bahwa Az Zikra tidak berubah sedikit pun,” pungkasnya.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *