- F054952CEF20F0CD41E9111C0F7F3DC2

PPDB Depok Tahun Ajaran Tak Ada Kouta Luar, Supariyono: Saya Menyayangkan

  • Bagikan
Ilustrasi

Inilahdepok.id – Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Kota Depok tahun ajaran 2021/2022 untuk SD dan SMP berbeda dari tahun sebelumnya.  Di mana PPDB tahun ini tidak menerima siswa dari luar Kota Depok.

Menanggapi hal ini, Anggota Komisi D Depok Supariyono menyayangkan dengan tidak adanya penerimaan siswa dari luar Depok.

“Serupa dengan DKI Jakarta juga ya. Saya menyayangkan (aturan itu), banyak anak -anak yang tinggal di perbatasan begitu juga sebaliknya. Kalau itu ditutup kasian mereka (anak-anak),” kata Supariyono, Senin (24/5/2021).

Ia mengaku baru mengetahui dengan peraturan tersebut. Bahkan kebijakan itu Komisi D DPRD Depok tidak dilibatkan.

“Kita tidak diajak ngobrol. Saran saya dibuka saja,” kata dia.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Depok Mohammad Thamrin menegaskan bahwa PPDB tahun ini tidak tersedia kuota dari luar Kota Depok.

Jika ada warga yang sudah lama tinggal di Depok namun tidak memiliki identitas Depok maka anaknya tidak bisa bersekolah di Depok.

“Sekarang ngga ada kuota luar depok. Banyak warga depok yang sudah lama tinggal di depok tapi ngga punya identitas depok akan terasa sekarang,” tegas Thamrin, Kamis (20/5/2021).

Jika ingin menerima siswa dari luar Depok maka harus dilakukan MoU dengan wilayah lain seperti Jakarta, Bogor atau Tangerang Selatan.

Namun kondisinya saat ini masih banyak siswa Depok yanng tidak tertampung sehingga pihaknya memprioritasnya kuota untuk warga Depok.

Demikian halnya dengan wilayah lain seperti Jakarta yang memberlakukan kebijakan yang sama.

“Sekarang kita kalau mau ada penerimaan dari luar Depok harus ada MoU. Nah sekarang ini jangankan untuk anak luar Depok, untuk Depok saja masih kurang. Akhirnya kita berfirkir semua sama. DKI juga sama, Bogor, Tangerang. Makanya ngga ada MoU, jadi ngga ada siswa dari luar,” katanya.

Kuota penerimaan siswa untuk jenjang SMP sebesar 9 ribu. Sedangkan lulusan jenjang sekolah dasar di Depok sebanyak 34 ribu siswa. Sehingga pihaknya memperketat sistem PPDB untuk tahun ini.

“Kalau kita tidak perketat sistem akan kasihan anak Depok yang punya prestasi tapi ngga terfasilitasi. Dengan sistem seperti ini jadi siswa bisa terakomodir yang dekat dengan rumahnya, yang pintar juga bisa daftar kemana saja, yang punya prestasui juga dihargai,” pungkasnya.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *