- F054952CEF20F0CD41E9111C0F7F3DC2

Wenny: Pemerintah Sudah Benar Meniadakan Mudik Saat Pandemi

  • Bagikan
Wenny : Siswa Wajib Depok Implementasikan Empat Pilar

Inilahdepok.id – Anggota Komisi IX DPR RI Wenny Haryanto menegaskan pemerintah sudah benar meniadakan mudik Lebaran tahun ini supaya tidak ada gelombang penulari COVID-19 di Indonesia selanjutnya.

Sebab, sekarang inj kasus COVID-19 di Indonesia sudah melandai.

“Apa yang dilakukan pemerintah (mencegah penyebaran COVID-19) sudah seperti larangan mudik tahun ini. Sekarang ini alhamdulillah covid melandai. Saya harap jangan sampai ada gelombang ke tiga, ” kata Wenny ketika ditemui di Depok.

Menurut dia, pemerintah sudah mempersiapkan ketersediaan penanganan COVID-19 bila ada lonjakan kasus.

Namun ia harap tidak terjadi pasca libur lebaran tahun ini.

Untuk itu, ia mengimbau kepada masyarakat Indonesia untuk menghindari kerumunan.

Artinya protokol kesehatan perlu diterapkan dan kesadaran masyarakat.

“India itu luar biasa dan mengagetkan. Saya harap masyarakat menerapkan 5 M. Pemerintah pun pastinya sudah mengantisipasi, ” kata Wenny.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menilai pelaksanaan kebijakan peniadaan mudik Lebaran 2021 secara umum telah berjalan cukup bagus.

“Memang kebijakan peniadaan mudik ini tidak berhasil 100 persen, tapi bukan berarti gagal sama sekali. Secara umum sudah bagus,” kata Muhadjir.

Indikator penilaian tersebut berdasarkan pemanfaatan data historis penanganan peniadaan mudik 2020, pengetatan pengawasan di sejumlah jalur ‘tikus’ atau alternatif yang dipelajari secara detail, kemudian modus operandi pemudik yang nekat dengan cara-cara yang menurut mereka kreatif tapi berhasil diantisipasi.

Namun demikian, Muhadjir mengakui hal itu tidaklah mudah. “Karena ini kan bicara tentang orang, mobilitas, susah untuk dipastikan. Tetapi apa yang sudah dilakukan Pak Menhub, aparat kepolisian dan TNI di dalam melakukan penyekatan dan penindakan ketika berangkat, saya kira ini sangat berharga untuk dijadikan dasar kita membijaksanai menyambut kedatangan mereka arus balik ini,” katanya.

Menurut Muhadjir, pemerintah juga telah mempersiapkan fasilitas tambahan seperti tempat tidur rumah sakit, ruang ICU, serta ketersediaan oksigen. Selain itu, Kementerian Kesehatan juga telah menambah jumlah pelacak atau tracer dari 5 ribu menjadi 100 ribu orang.

“Mudah-mudahan ini akan bisa lebih mengefektifkan untuk mencegah terjadinya penyebaran varian baru yang sudah berada di Singapura, Malaysia, Filipina, dan mudah-mudahan tidak sampai seperti yang terjadi di negara yang sangat parah,” kata Menko PMK.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *