- F054952CEF20F0CD41E9111C0F7F3DC2

126 Kontraktor Ikut Lelang TPPAS Legok, Pansus II: Kontrak 20 Tahun

  • Bagikan

Inilahdepok. id – Anggota Pansus II dari Fraksi PKS Asep Arwin Kotsara mengatakan, TPPAS Legok Nangka di Jawa Barat akan menjadi tempat pembuangan sampah untuk enam kota dan kabupaten. 

Di mana sekarang ini sudah ada 126 kontraktor dari luar negeri dan lokal yang ikut lelang mengelola TPPAS Legok

“Bahkan pendaftar peserta lelang sudah mencapai 126 kontraktor yang berminat untuk ikut, baik itu dari luar negri maupun lokal seperti Jepang, China, Korea dan lain lain, bahkan negara dari eropa pun ada, “kata Asep.

Sambung dia, lelang ini akan diadakan di akhir Oktober. Kontrak dengan kontraktor sekitar 20 tahun dan Tipping Fee ini akan di bayar oleh Kota dan Kabupaten per Ton.

Lalu untuk maksimal kota dan kabupaten yang membuang samoah di TPPAS itu harus membayar sekitar Rp.386.000 per ton dan 20 tahun tersebut akan diserahkan ke Pemprov sebagai pengelolanya.

“Tentunya kita juga harus berhati-hati jangan sampai ketika 20 tahun diserahkan unit TPPAS ini sudah tidak bekerja dengan baik, agar jangan sampai 20 tahun ini selesai maka di harapkan kita masih bisa pakai tempat tersebut” ujar Asep.

Ia menyebutkan, untuk enam daerah itu adalah Kota Bandung, Cimahi, Kabupaten Bandung, Bandung Barat, Kabupaten Garut dan Kabupaten Sumedang.

“TPPAS di Legok Nangka yang kedepannya akan menjadi tempat pembuangan sampah untuk 6 kota yang ada di Jawa Barat, yaitu Kota Bandung, Cimahi, Kabupaten Bandung, Bandung Barat, Kabupaten Garut dan Kabupaten Sumedang, ” kata Asep.

Ia menambahkan, Kota Bandung menjadi kapasitas yang paling banyak, karena jumlah sampah yang sangat banyak hingga mencapai 1.200 ton perharinya.

Kemudian area yang di miliki Legok Nangka sekita 82,5 hektar, dan juga rencana Legok Nangka ini sudah ada dari 2009.

“Pembangunan seperti pembuangan residu dan akses sudah tersedia, oleh karena itu DPRD Jawa Barat membuat Pansus II untuk membahas TPPAS di Legok Nangka, ” kata Asep.

Ia menambahkan dalam dua tahun kedepan masalah sampah Kota Bandung ini akan menjadi masalah yang luar biasa, dengan kapasitas 1.200 Ton perharinya.

Sampah tersebut akan di buang ke wilayah Sari Mukti, dan Sari Mukti ini memiliki kontrak hingga 2023, setelah itu Kota Bandung akan bingung akan membuang sampah ke mana.

Ia menegaskan Legok Nangka ini bukan milik satu kota melainkan akan menjadi tempat pembuangan dari enam kota dan kabupaten.

Tentunya setiap Kota Kabupaten mempunyai kebijakan masing-masing dan memiliki anggaran yang berbeda-beda oleh karena itu Pansus II akan datang ke masing-masing Kota Kabupaten untuk membicarakan permasalahnya.

Dan juga baru-baru ini Presiden Jokowi meresmikan Pusat Listrik Tenaga Sampah. Jadi kata dia, dari sampah ini ada dua yang bisa  diubah Waste To Energy dan Waste To Electricity, maka sebagaimana Perpres Legok Nangka berubah menjadi Waste To Electricity.

“Ini juga harus jelas jangan sampai Pemprov dan Dinas Lingkungan Hidup salah, harus ada hitam di atas putihnya bahwa dari pusat menginginkan Waste To Electricity” kata Asep.

Dari hasil kunjungan tersebut dan juga menggelar rapat dengan Biro Hikum dan Dinas Lingkungan Hidup.

“Selanjutnya Pansus II akan kunjungi satu persatu ke enam kota dan kabupaten untuk mendengar masalah dan keinginannya seperti apa?, ” pungkasnya.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *