- F054952CEF20F0CD41E9111C0F7F3DC2

Kasus Dugaan Korupsi Dinas Pemadam Kebakaran Depok Masuk Babak Baru

  • Bagikan

Inilahdepok.id – Kasus dugaan korupsi di Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Depok masuk babak baru. 

Di mana kasus dugaan itu dilimpahkan ke Seksi Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Depok dari Seksi Intelejen Kejaksaan Negeri Depok.

“Pertimbangannya penyelidikan yang dilakukan telah selesai jangka waktu surat perintah dan kita tim jaksa penyelidik telah mendapatkan kesimpulan berdasarkan dari fakta-fakta permintaan keterangan yang kita lakukan terhadap berbagai pihak yang kita mintai keterangan, “.

“Puldata pulbaket yang kita lakukan kemarin telah menunjukan suatu kesimpulan bahwa laporan mengenai kasus dugaan korupsi kita limpahkan ke seksi tindak pidana khusus untuk dilakukan pendalaman,” kata Kepala Seksi Intelejen Kejari Depok, Herlangga Wisnu Murdianto, Selasa (18/5/2021) melalui keterangan tertulisnya.

Pihaknya sudah memiliki kesimpulan terhadap kasus tersebut. Yaitu bahwa kuat dugaan ada perbuatan melawan hukum dalam laporan yang diterima pihaknya itu.

“Kita temukan ada dugaan perbuatan melawan hukum. Maka kita lempar ke pidsus untuk meneliti dan mendalami,” tegasnya.

Untuk pendalaman di Pidsus sambung Herlangga bisa memakan waktu sampai dua bulan. Namun itu bisa saja diperpanjang waktunya.

“Seharusnya kalau sudah surat perintah penyelidikan ya sekitar dua bulan. Dan itu bisa diperpanjang,” tegasnya.

Fokus pendalaman yang dilakukan pihaknya adalah dugaan korupsi penyalahgunaan perlengkapan personil Damkar selama tiga tahun berjalan. Yaitu sejak 2017 hingga 2020.

“Kita hanya fokus yang kepada yang dilaporkan ada dugaan tindak pidana korupsi penyalahgunaan anggaran untuk perlengkapan personel pemadam kebakaran. Mulai dari 2017 hingga setahun ke belakang. Untuk anggaran karena PL di bawah Rp 200 juta. Ada beberapa ya sekitar Rp 1 miliar,” bebernya.

Kasus ini menjadi perhatian banyak kalangan bahkan sampai Menteri Dalam Negeri.

Kejari Depok banyak mendapat dukungan masyarakat untuk membongkar kasus ini. Ditegaskam Herlangga bahwa pihaknya bekerja profesional tanpa adanya intervensi siapapun.

“Sejauh ini tidak ada (inteevensi), namun pihak yang pro dan kontra pasti ada. Saya tegaskan bahwa kejaksaan negeri Depok bertindak proporsional dan profesional jadi tidak ada satu pihak pun yang bisa mengintervensi maupun kontra.

“Dengan kata lain penegakan hukum ini tidak berdasarkan opini2. Intinya berupa fakta atau alat bukti yang mendukung pbuktian tindak pidana,” pungkasnya.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *