- F054952CEF20F0CD41E9111C0F7F3DC2

Larangan Mudik Lebaran Langkah Hentikan Penularan COVID-19 di Indonesia

  • Bagikan
Kepadatan arus ,udik di jalan pantura

Inilahdepok. id – Direktur Merial Health Arief Rosyid Hasan setuju dengan kebijakan pemerintah mengimbau larangan mudik lebaran 2021. 

Sebab imbauan ini sudah tepat untuk menghentikan penularan COVID-19 di masyarakat.

“Setuju imbauan pemerintah ini. Sabar sedikit tahun ini kita terakhir lebaran tak bersama keluarga,” kata Arief ketika dikonfirmasi, Selasa (27/4/2021).

Dengan bersabar tidak melakukan mudik lebaran ini, kata dia langkah besar Indonesia bangkit dari pandemi. Namun, bila tidak bersabar masyarakat melakukan mudik lebaran akan dikhawatirkan terjadi gelombang dua penularan COVID-19 di Indonesia.

“Sedikit bersabar, sabar buat cepat pulih,” tutupnya.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI Muhadjir Effendy menegaskan, potensi COVID-19 tak terkendali sangat besar bila tidak ada larangan mudik. Tak ayal, pelarangan mudik Lebaran 2021 menjadi perhatian Pemerintah.

Momentum Lebaran dimanfaatkan banyak kalangan untuk mudik secara serentak dan berbondong-bondong menuju kampung halaman. Sehingga, bila mudik tidak dilarang, angka penularan virus Corona akan lepas kendali.

“Beberapa daerah mudik juga akan kelimpahan orang dan pasti akan lengah. Kumpul tanpa masker, tidak tahu siapa yang sehat, yang tidak sehat,” jelas Muhadjir saat kegiatan Ngobrol Santai bersama Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN), ditulis Kamis, 22 April 2021.

“Mereka akan lengah dan ditumpang euforia Hari Raya Lebaran.”

Pemerintah tidak menginginkan Lebaran 2021 menjadi pemicu utama naiknya kasus COVID-19. Dengan demikian, larangan mudik Lebaran menurut ketentuan addendum terbaru, yaitu 22 April-6 Mei 2021 dan 18-24 Mei 2021 merupakan upaya pemerintah mengendalikan penularan COVID-19.

“Itu yang menjadi tujuan dari pelarangan ini. Karena hampir bisa dipastikan setiap libur panjang ada pergerakan orang besar-besaran dan dibarengi aktivitas kerumunan,” Muhadjir Effendy menambahkan.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *