Komisi D DPRD Depok, Undang Pengurus Keramat Sambi dan Disporyata ‘Duduk Bareng’

foto: Pembangunan UIII yang mengancam keberadaan situs sejarah Keramat Sambi. (Gerard)

Inilahdepok – Ketua Komisi D, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Depok Supriatni angkat bicara, soal Univerisitas Islam Internasional Indonesia (UIII) yang dikabarkan akan menggusur situs sejarah Keramat Sambi.

“Seperti yang sudah saya sampaikan, saat rapat badan anggaran DPRD, sudah saya sampaikan ke Disporyata soal Keramat Sambi,” kata Supriatni, Jumat (20/11).

Bacaan Lainnya

Dirinya menjelaskan, DPRD Kota Depok melalui Komisi D sudah merencanakan serta melakukan upaya-upaya untuk melestarikan situs sejarah yang mengistirahatkan keturunan Prabu Siliwangi itu.

“Jujur kami (Komisi D DPRD Kota Depok, red) belum sampai ke Kemendikbud, karena mengingat Jakarta belum menerima Depok untuk berkunjung,” beber Supriatni.

Lebih dalam, Supriatni mengungkapkan, terus mendorong Disporyata Kota Depok agar dapat menyandangkan gelar Cagar Budaya pada situs tersebut.

“Kami sampai meminta dengan Disporyata untuk tidak mengabaikan Keramat Sambi bahkan kami sampai mengajukan kalo Keramat Sambi harus dijadikan sebagai Cagar Budaya karena, disana terdapat makam leluhur yaitu Empi Siun,” paparnya.

“Boleh tanyakan langsung kalo saya Supriatni sebagai Ketua Komisi D dari fraksi Partia Golkar sudah menyampaikan soal Keramat Sambi ke Disporyata untuk dijadikan sebagai Cagar Budaya tapi jawaban Disporyata mengatakan bahwa sesuatu dikatakan sebagai Cagar Budaya kalo sudah ada kajian dari Kemendikbud,” tambah Supriatni.

Selain itu, dirinya menerangkan, terkait kabar yang mengatakan DPRD Kota Depok bungkam terhadap situs sejarah Keramat Sambi yang didalamnya terdapat 3 Makam, satu diantaranya Makam Muhamad Yusuf yaitu penyebar agama Islam di Kota Depok.

Untuk itu, Supriatni menyarankan, agar Padepokan Satria Muda Betawi (SMB) selaku pengurus Keramat Sambi, bersurat kembali kepada DPRD Kota Depok dan Disporyata untuk melakukan pertemuan dengan agenda pembahasan situs sejarah tersebut.

“Kalo perlu pihak Keramat Sambi boleh bersurat kembali untuk kita duduk bareng lagi di Komisi D sekalian bersurat pula dengan Disporyata agar pihak Keramat Sambi, Komisi D dan Disporyata bisa langsung tau kejelasannya,” sarannya kepada Padepokan SMB.

Keterangan foto: Pembangunan UIII yang mengancam keberadaan situs sejarah Keramat Sambi. (Gerard)
Area lampiran

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *