Fauzi Gelora : Pilkada Depok Hambar, Tak Akan Ada Perubahan!

Fauzi Gelora : Pilkada Depok Hambar, Tak Akan Ada Perubahan!

Inilahdepok.id -Tahapan Pilkada Depok Tahun 2020 mulai mencapai puncaknya pada masa pendaftaran pasangan calon.

Melihat dinamika politik yang berkembang, Pilkada Depok dipastikan hanya akan diikuti oleh dua pasangan calon (paslon).

Dua koalisi yang terbentuk yakni Koalisi Tertata Adil Sejahtera (TAS) terdiri atas PKS, Partai Demokrat dan PPP yang mengusung Mohammad Idris-Imam Budi Hartono, dan Koalisi Depok Bersatu (KDB), terdiri atas PDIP, Gerindra, Partai Golkar, PKB, PSI dan PAN yang mengusung Pradi-Afifah.

Politisi muda asal Depok yang juga pengurus Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Partai Gelora Indonesia, Muhamad Fauzi, memprediksi Pilkada Depok 2020 akan terasa hambar dan kurang menarik, lantaran hanya diikuti dua pasangan paslon yang dua-duanya merupakan petahana.

“Pilkada Depok 2020 diprediksi akan terasa hambar karena hanya dua paslon yang berasal dari petahana.” ucap Fauzi, melalui akun Twitter @fauzighanim, Jumat, 4 September 2020.

Fauzi berpendapat, dengan hanya dua paslon yang ada di Pilkada Depok, sudah dipastikan warga Depok akan merasakan kondisi yang sama, jauh dari kata perubahan, pembangunan pun akan sama tanpa kemajuan yang signifikan.

“tak ada yang veda, hasil pilkada 2020 bisa dipastikan sama saja dengan 2015, wargapun tak merasakan pembangunan di Depok,” cetus Fauzi.

Fauzi menilai kepemimpinan Idris-Pradi tidak membawa kemajuan sama sekali bagi Kota Depok. Pemerintah kota tidak mampu membawa Depok menjadi kota yang maju padahal memiliki lokasi yang dinilai strategis, sebagai etalasenya Ibu Kota.

“Kepemimpinan saat ini tidak mampu menjadikan kota Depok mampu bersaing dan tertunggal jauh dibanding Bekasi dan tangsel, padahal lokasinya sama sama dekat Jakarta.” kta Fauzi.

Pradi-Afifah dan Idris-Imam sudah dipastikan akan menjadi dua kandidat yang akan bertarung di Pilkada Depok, hal ini lantaran seluruh partai sudah merapat dan dipastikan tidak ada calon alternatif lain.

Menurut Fauzi hal ini menjadi kabar buruk bagi warga Depok karena menurutnya warga tidak dapat melihat gagasan pembangunan kota Depok dari pemimpin baru, selain itu Fauzi menilai dengan hanya petahana yang maju menjadi bentuk kegagalan partai politik dalam menyiapkan pemimpin di Depok.

“Ini akan menjadi kabar buruk bagi warga Depok karena tidak bisa melihat gagasan pembangunan Kota Depok dari pemimpin baru, juga hal ini menjadi kegagalan parpol dalam menyiapkan para kadernya untuk regerasi kepemimpinan Depok.” Pungkas Fauzi. (t/ira darmawan/id)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *