Pengamat IPPI: Idris-Achmad Riza Kolaborasi Pas, Untuk Pilkada Depok 2020

Pengamat IPPI: Idris-Achmad Riza Al-Habsyi Kolaborasi Pas, Pilkada Depok 2020

Inilahdepok – Genderang Pilkada depok tahun 2020 mulai terasa, hiruk pikuk politikpun mulai terasa menghangat dikota yang dikenal religius itu.

Dalam hitungan hari, ada dua momentum politik yang cukup mengejutkan di Depok dan lumayan menjadi sorotan publik. Pertama pengumuman DPD PKS Kota Depok yang mengrucutkan calon wali kota nya dan penandatanganan nota kesepahaman ( koalisi ) antara DPC Gerindra dan PDI Perjuangan.

Dalam keterangan pers yang di gelar DPD PKS, Partai Dakwah tersebut resmi ‘mencoret’ dua kadernya dari kontestasi penjaringan internal partai, yakni Amri Yusra dan Supariyono. tinggal menyisakan Imam Budi Hartono (IBH), Farida Rachmayanti, serta Hafidz Nasir.

Di sisi lain pada hari Jumat 24 Januari 2020 malam, PDI Perjuangan dan Gerindra sepakat bekerja sama dalam Pilkada Depok 2020 mendatang. Kesepakatan koalisi tersebut menguatkan santernya berita ‘cerainya’ Wakil Wali Kota sekarang, Pradi Supriatna dengan Wali Kota Depok Mohammad Idris.

Menanggapi dinamika politik yang terjadi di depok, Pengamat Politik sekaligus Direktur Eksekutif Indonesian Politic and Policy Institute (IPPI), Yusuf Asyari mengatakan, kedua momentum di atas dinilai banyak berpengaruh kepada Mohammad Idris ( Walikota Sekarang). Sebab, pencalonan akademisi Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah tersebut sampai sekarang ini belum ada kejelasan dari internal PKS. Partai yang mengusungnya saat Pilkada lima tahun lalu.

“Alih-alih memberi rekomendasi kepada Idris, PKS justru fokus di penjaringan internal. Artinya tarik-menarik kepentingan di PKS cukup tinggi,” Kata Yusuf

“Seperti lazimnya petahana Idris otomatis dicalonkan partai pengusungnya. Namun yang terjadi justru sebaliknya. PKS masih belum benar-benar 100 persen,” sambung dia.

Dalam kondisi ini, kata yusuf, bisa menimbulkan ketidak nyamanan bagi seorang petahana seperti Idris. Penjaringan PKS menjadi sinyelemen kuat bahwa mereka ngotot memilih figur hasil penjaringan dalam Pilkada nanti.

“Baik IBH, Farida, atau Hafidz kan calon wali kota, bukan wakil wali kota. Ini pernyataan langsung dari elite-elite PKS Depok,” papar Yusuf Asyari

Selanjutnya, terkait MoU Gerindra-PDIP bisa menjadi ‘celah’ buat Idris. Kata Yusuf, PDIP seperti diketahui belum memiliki figur yang dianggap kuat untuk dicalonkan sebagai walikota.

“Mereka mungkin menyodorkan wakil wali kota. Itu saya pikir alasan mengapa PDIP koalisi dengan Gerindra, karena ada figur Pradi,” seloroh Yusuf.

Pada kondisi seperti ini, lanjut Yusuf, bisa berubah ketika Idris merapat ke PDIP. Terlebih beberapa figur PDIP cukup potensial dan ‘senapas’ dengan Idris.

“Kalau bicara terkait penjaringan PDIP, ada nama Habib Riza Al-Habsy. Ketimbang figur lain, Habib Riza ini punya kans besar jadi calon yang diusung PDIP,” ungkap .Yusuf Asyari

Yusuf memaparkan bahwa Habib Riza merupakan representasi figur nasionalis dan religius. Di samping itu, dia juga memiliki pengalaman politik yang cukup mumpuni.

“Ini bisa menjadi kolaborasi yang pas. Habib Riza pernah menjadi Anggota DPRD Provinsi, artinya basis massanya kuat. Ditambah mesin partai politiknya,” sambungnya.

“Ditengah kegalauan Pak Idris di internal PKS, sosok Habib Riza bisa jadi obat ya. Maksudnya bisa membuat Idris nyaman. Secara kepartaian PDIP bisa mengusung sendiri, artinya Idris tak perlu repot. Tinggal selanjutnya yang menjadi PR yakni penguatan koalisi,” tutup dia.(ird/id)

LEAVE A REPLY