Kecelakaan Bus di Subang Janggal, KNKT, Ditjen Hubdat Diminta Turun Tangan

Menteri Perhubungan ( Menhub ) Budi Karya Sumadi

Inilahdepok.id – Direktorat Jenderal Perhubungan Darat (Ditjen Hubdat) Kementerian Perhubungan RI, berdasarkan penyelidikan sementara pihak kepolisian, ditemukan adanya beberapa kejanggalan dalam kecelakaan bus naas PO Purnamasari di Subang, Jawa Barat, yang memakan korban rombongan kader Posyandu Kelurahan Bojong Pondok Terong (Boponter), Kecamatan Cipayung, Kota Depok.

Dirjen Perhubungan Darat menemukan beberapa kejanggalan, yakni berdasarkan temuan sementara dari pihak kepolisian, pada saat kecelakaan diketahui posisi gigi persneling dalam posisi gigi 4.

Selanjutnya, data kendaraan yang tertera dalam STNK ternyata juga tidak sesuai dengan fisik kendaraan, berdasarkan data pengujian kendaraan domisili, kendaraan sudah dimodifikasi setelah uji berkala di pengujian Majalengka. Tidak itu saja, Kartu Pengawasan pun relah habis masa berlaku pada tanggal 19 Mei 2017.

“Saya prihatin tentang kejadian itu (kecelakaan maut di Subang), sangat tidak diharapkan, apalagi sampai ada yang meninggal dunia oleh karenanya saya menyampaikan dukacita atas berpulangnya delapan orang saudara kita dan bagi yang luka berat akan kita tangani,” ujar Menteri Perhubungan (Menhub), Budi Karya Sumadi, seperti dikutip Antara Senin 20 Januari 2020.

“Untuk itu saya minta KNKT dan Ditjen Perhubungan Darat bersama-sama untuk mengklarifikasi itu,” ujar Budi Karya.

Sebagai langkah pencegahan berulangnya kejadian kecelakaan bus, Menhub menegaskkan pihaknya akan memetakan daerah-daerah rawan kecelakaan. Sebelumnya Menhub juga pernah memberikan rekomendasi kepada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk mengubah konstruksi jalan.

“Misal di Sumatera Selatan kita lihat itu sering dan juga kelok-kelok itu membuat perjalanannya itu lama. Jadi kami akan rapat dengan PU dan salah satunya merekomendasikan ada jembatan sehingga ada short cut,” tutur dia.

Seperti diketahui, telah terjadi kecelakaan bus di Subang, tepatnya pada Sabtu (18/1) kejadian sekitar pukul 17.23 WIB di Jalan Raya jurusan Bandung, Subang, tepatnya di Kp. Naggrok Desa Palasari, Kecamatan Ciater, Kabupaten Subang, bus bernomor polisi E 7508 W dengan sopir Dede Purnama itu melaju lebih kencang dari sebelumnya.

Saat kejadian, Bus berisi 61 orang yang terdiri atas 54 orang dewasa, 5 anak-anak, 1 orang sopir, dan 1 orang kernet. Sebagian besar penumpang adalah rombongan Kader Posyandu Kelurahan Bojong Pondok Terong, Kecamatan Cipayung, Kota Depok. Berawal, bus membawa rombongan ke lokasi wisata Gunung Tangkuban Parahu dan selanjutnya kembali ke Depok.

Berdasarkan data yang diperoleh, 8 korban meninggal dunia, juga terdapat korban luka berat sebanyak 10 orang dan luka ringan sebanyak 20 orang(ird/id*)sumber berita Antara

LEAVE A REPLY