- F054952CEF20F0CD41E9111C0F7F3DC2

Aksi Komunitas Lingkungan Depok, Peringati Hari Ciliwung ke Delapan

  • Bagikan
Foto : Warga Depok yang tergabung dalam Komunitas Cinta Sungai Ciliwung Kota Depok.

Inilahdepok.id – Dalam rangka memperingati Hari Ciliwung ke -8. sejumlah komunitas lingkungan yang tergabung dalam Komunitas Cinta Sungai Ciliwung Kota Depok menggelar diskusi, pameran Pustaka air dengan menampilkan berbagai hasil kerajinan komunitas pinggir sungai, pemotongan tumpeng, pelepasan ikan lokal, hingga pementasan musik dan kesenian tradisional.

Acara digelar di pinggir Sungai Ciliwung tepatnya di bawah kolong jembatan Grand Depok City Kelurahan Depok, Kecamatan Pancoran Mas, Minggu 17 Nopember 2019.

“Acara ini sebagai kampanye bersama lintas komunitas cinta sungai untuk menjadikan Ciliwung sebagai tempat edukasi dan konservasi. Juga memberikan penyadaran bagi masyarakat pentingnya menjaga sungai untuk kehidupan masa depan, ” terang koordinator Acara Peringatan Ciliwung Depok, Erwandi Supriadi di lokasi acara .

Menurut dia, di Sungai Ciliwung ini masih banyak habitat sungai yang harus terus dipelihara seperti ular, musang, serta beragam macam ikan.

Untuk itu, pihaknya terus berupaya menjadikan Ciliwung sebagai pusat sarana edukasi dan konservasi.

“Kita jaga bersama karena Sungai ini merupakan Sungai peradaban, ” uajarnya.

Masih di lokasi, Sekretaris Kagama Cinta Sungai Nuraini, mengungkapkan, Sungai Ciliwung tidak sekadar berfungsi sebagai pemasok air, namun juga sebagai sumber kehidupan.

Sungai merupakan urat nadi kehidupan, menyatukan daratan dengan lautan, menyambungkan kebudayaan antar suku, alat transportasi, jalur ekonomi dan peradaban.

“Kagama Cinta Sungai ingin mendukung dan bekerja sama dengan berbagai komunitas untuk menjaga dan merawat sungai agar lebih bersih dan indah,” ungkap Nuraini.

Di Indonesia, terang dia, Sungai Ciliwung memainkan peranan penting bagi tumbuhnya kota Jakarta yang di masa kini adalah kota terpenting di Indonesia termasuk kota-kota penyangga di sekitarnya.

Foto : Warga Depok yang tergabung dalam
Komunitas Cinta Sungai Ciliwung Kota Depok.

Peninggalan sejarah menunjukkan kerajaan Pajajaran menggunakan Sungai Ciliwung sebagai sarana transportasi utama dari ibukota kerajaan di Pakuan menuju ke laut.

“Kita ketahui panjang aliran sungai ini ada 120 kilometer dari Gunung Gede hingga bermuara di Pelabuhan Sunda Kelapa, Sungai Ciliwung telah menjadi saksi perkembangan kota Jakarta, ” ceritadia.

Selain itu Public Interest Research and Advocacy Center (PIRAC) Nor Hiqmah merawat sungai adalah merawat peradaban.

“Pada sungai kita belajar tentang keberagaman yang menjadi keniscayaan dari sebuah peradaban dalam membangun kota,” kata Nor Hiqmah.(Ir/id)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *