- F054952CEF20F0CD41E9111C0F7F3DC2

Kondisi Raffa Korban Pelemparan batu Membaik

  • Bagikan
Raffa Ismail Fahrezi korban pelemparan batu saat dirawat di RS Polri Kramat Jati

Inilahdepok.id- Kondisi Raffa Ismail Fahrezi (9) saat ini sudah membaik. Saat ini Raffa dalam pengecekan tim medis dan belum tahu kapan diperbolehkan pulang. “Raffa bisa bicara, yang biru lebam di wajah nanti sembuh dan hilang,” kata Hendi Permana, ayah Raffa, Jumat (22/6).
Kendati saat ini kondisinya berangsur membaik namun Raffa mengalami trauma jika melihat orang asing. “Ini sudah membaik, baru bisa makan makanan lunak. Masih suka syok kalau liat yang tidak dikenal suka takut,” ceritanya.
Dalam masa penyembuhan Raffa tidak pernah mengeluh. Hanya saja sesekali dia merasa pusing akibat hantaman konblok besar yang mengenai wajahnya. Raffa mengalami luka parah di wajah hingga harus menjalani operasi. “Raffa tidak ngeluh, cuma suka pusing sedikit. Saya berterimakasih atas bantuan dari RS Polri karena semuanya ditanggung dan fulll uang saya digantikan. Untuk Pemkot belum ada, paling dari Puskesmas Depok Jaya,” akunya.
Hendi pun mengalami luka di tangan kiri karena menampik batu yang dilempar orang tak dikenal itu. Dia mengimbu pada pengendara lain untuk lebih berhati-hati juga. “Kalau dulu mikirny naik motor itu kalau nggak ditabrak ya nabrak. Sekarang ditambah kuatir disambit. Saya sempat mengira batu naik tangan kanan ternyata kena putra saya juga, dari pingginlr ada yang mau nolong tapi bantuin kami dulu,” ungkapnya.
Dia pun berharap pelakunya segera tertangkap setelah melarikan diri usai melempar batu. Menurut Hendi, pelakunya seperti layaknya orang biasa. “Penampilannya kayak orang bias, dia seperti sengaja nyanbit, sketsa mirip sekali,” paparnya.
Dia meminta agar tidak ada lagi orang yang melakukan tindakan tersebut. Karena selain merugikan, pelemparan batu juga sangat membahayakan dirinya dan keluarga. “Imbauan saya buat pelaku buat selanjutnya, kalau dia ngaku iseng kita kan suka bingung iseng itu apa sih bikin repot apalagi kalau dia waras atau tidak gila. Selanjutnya biar polisi saja yang menghukum,” pungkasnya.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *