- F054952CEF20F0CD41E9111C0F7F3DC2

Kesiapan masyarakat dan pemerintah dalam menghadapi bencana masih rendah

  • Bagikan
Mahasiswa Vokasi Komunikasi UI gelar Reaction UI 2018 dengan tema Earthquake Safety Tips

Inilahdepok.id- Kesiapan masyarakat dan pemerintah dalam menghadapi bencana saat ini masih rendah. Kajian dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menunjukan masyarakat dan pemerintah masih belum mengetahui harus mengungsi kemana ketika terjadi bencana. Dan dalam penanganannya, sebanyak 63% proses evakuasi menggunakan kendaraan sehingga terjadi kemacetan yang luar biasa saat bencana terjadi. Hal ini dikarenakan rencana tanggap darurat yang terkesan tidak siap. Menangkap kondisi ini, sekaligus memelihara semangat hari kesiapsiagaan bencana yang jatuh pada 26 April lalu, Reaction UI 2018 di Auditorium Vokasi Universitas Indonesia, Depok.

Project Officer Reaction UI, Nurmeividiani  mengatakan, Reaction UI 2018 merupakan sebuah rangkaian acara tahunan yang diselenggarakan oleh mahasiswa Vokasi Komunikasi Universitas Indonesia. Mengusung tema “Earthquake Safety Tips”, Iklan Layanan Masyarakat dalam bentuk audio-visual merupakan jenis kompetisi yang dipilih tahun ini. Kompetisi Reaction UI berlangsung selama bulan April dan diikuti oleh puluhan mahasiswa.

Antusias peserta terlihat tinggi dalam kompetisi ini. Mereka banyak yang peduli terhadap kesiapsiagaan bencana masyarakat. “Kami mengadakan acara bertemakan gempa bumi karena melihat bahwa sepanjang tahun 2017 saja, tercatat 8.693 gempa bumi mengguncang Indonesia. Setidaknya terhitung lebih dari 200 kali gempa diatas 5 skala richter. Indonesia merupakan negara rawan gempa”, kata Melvi, Kamis (17/5/2018).

Pada puncak acara Reaction UI 2018 hadir Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Hary Tirto Djatmiko yang mengatakan, Indonesia merupakan ‘supermarket’ bencana. Gempa dan tsunami sangat rentan menyerang Indonesia mulai dari Sabang sampai Merauke. Oleh sebab itu, kesadaran dan terjun langsung ke masyarakat perlu digiatkan. “Sebenarnya kalau sering terjadi gempa kecil itu artinya ada kestabilan, yang patut diwaspadai adalah ketika gempa kecil tersebut justru jarang terjadi”, tambah Hary.

Ditempat yang sama, Kepala Disaster Research and Response Centre, Prof. Fatma Lestari, PhD dan CEO Makna Creative, Keenan Pearce. Keenan memaparkan dalam diskusi mengenai konten kreatif terkait kesiapsiagaan bencana di Indonesia. Hal ini sejalan dengan tujuan Reaction UI yaitu meningkatkan kesadaran masyarakat khususnya_millennial _terkait cara menghadapi bencana terutama gempa bumi. Tidak hanya meningkatkan kesadaran, Reaction UI juga merupakan wadah bagi mahasiswa untuk menyalurkan ide kreatif dan edukatif yang dikemas dalam

Iklan Layanan Masyarakat.

Pemenang kompetisi ini jatuh kepada Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia yang menciptakan lagu dalam video penyelamatan gempa bumi. Disusul juara kedua Reaction UI yang datang dari Semarang dan mengusung konsep yang menggabungkan antara hiburan dan edukasi. “Acara Reaction 2018 melibatkan segitiga emas didalamnya yaitu dari sisi akademisi lalu dari sisi private sector yang diwakilkan PT. Mesitechmitra Purnabangsa kemudian dari sisi Lembaga Pemerintahan dihadiri oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG). Diharapkan semua aspek yang berkesinambungan tersebut dapat menjalin kerjasama dan bersinergi untuk jangka panjang”, kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat BNPB, Rita Rosita.

Kaprodi Vokasi komunikasi, Devie Rahmawati menuturkan bahwa melalui kegiatan ini, mahasiswa secara konkret berkontribusi bagi penyebaran pengetahuan sekaligus ketrampilan dalam menghadapi bencana. “Kondisi Indonesia yang berada di kawasan cincin api, membuat bencana tidak semestinya diratapi, namun dapat ditanggulangi dengan persiapan yang matang, hingga kita semua dapat merubah potensi bencana menjadi berkah bagi kehidupan,” tutup Devie. (id/cz)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *