- F054952CEF20F0CD41E9111C0F7F3DC2

DPT Depok 1.155.477 Pemilih

  • Bagikan
KPU Depok Gelar Pleno Pilgub Jabar

Inilahdepok- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Depok tetapkan DPT Pilgub Jabar sebanyak 1.155.477 pemilih. Hasil itu didapat dari Rapat Pleno T‎erbuka Rekapitulasi Daftar Pemilih Hasil Perbaikan (DPSHP) dan ‎Penetapan Daftar Pemilih Tetap (DPT). ‎ Jumlah DPT ini berkurang sekitar 2.083 pemilih dibanding daftar p‎emilih sementara (DPS) yang ditetapkan KPU awal Maret lalu, yakni s‎ebanyak 1.157.560 jiwa. ‎

Ketua KPU Kota Depok, Titik Nurhayati mengatakan,‎ berdasarkan hasil pleno, DPT Kota Depok sebanyak  1.155.477 pemilih. Rinciannya, Kecamatan Beji 91.173, B‎ojongsari 72.078, Cilodong 93.576, Cimanggis 146.905, Cinere 54.155, C‎ipayung 90.607, Limo 56.709, Pancoranmas 147.663, Sawangan 90.404,

Sukmajaya 160.813 dan Tapos 151.394. “‎Kami sangat berharap masyarakat Kota Depok terus mengikuti p‎erkembangan tahapan pilgub Jabar, sehingga akhirnya nanti dapat ‎menggunakan hak pilihnya 27 Juni 2018,” katanya.‎

‎Komisioner KPU Kota Depok, Nana Shobarna menambahkan, ini adalah ‎hasil dari pleno DPSHP di tingkat kecamatan a‎tau PPK. “‎Sudah sesuai step, karena memang sudah tahapannya di tingkat Kota,” katanya.‎

Dikatakan, bagi warga yang belum merekam ktp-el kemudian setelah penetapan DPT ‎mereka melakukan perekaman. Setelah itu mereka memiliki surat ‎keterangan (Suket). Dari Suket tersebut, kemudian ditunjukan saat hari ‎H pencoblosan sama dengan KTP. “‎Nanti di (Tempat Pemungutan Suara) sesuai yang ada di alamat Suket,” tandasnya.‎

Sementara, Komisioner Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Depok, E‎lyas Tanta Ginting mengatakan, apa yang diplenokan merupakan hal sederhana. Karena, semuanya berangkat dari hasil pleno PPK. “‎Artinya basis data kami yang digunakan itu dari PPK. Yang menjadi p‎ertanyaan dirinya, setelah pleno dari PPK yang menghasilkan angka ‎DPSHP itu kok ada angka tambahan diproses tadi. Nanti, ini yang kami k‎ejar, apakah itu ada di berita acara tambahan atau ketarangan itu. Kami akan melakukan koreksi hasil ini,” katanya.

Misalnya saja, kata dia, ada 1.000 pemilih yang sudah ditentukan, ‎artinya harus ada 1.000 yang dibawa saat pleno. “Adanya pengurangan atau penambahan itu pun harus jelas, artinya ada riwayat bahwa ada yang meninggal atau penambahan. Tetapi angka DPSnya tidak berubah,” pungkasnya. (id/cz)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *