- F054952CEF20F0CD41E9111C0F7F3DC2

Ketua DPRD Depok : Tunda Eksekusi Pasar Kemirimuka

  • Bagikan
Hendrik : SSA Bukanlah Solusi

Inilahdepok.id.-Ketua DPRD Kota Depok, Hendrik Tangke Allo pun angkat bicara terhadap aksi yang dilakukan para pedagang. Menurutnya, jika tetap dilakukan eksekusi, ribuan pedagang yang ada akan di kemanakan. Terlebih, mau memasuki bulan Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri.

“Ini kan sudah harus dipikirkan. Maka, kami harus melakukan koordinasi dengan PT. Petamburan itu, minimal menunda eksekusi tersebut, sambil memanggil mereka, kami juga akan melakukan negoisasi, Pasar Kemiri Muka itu harus tetap dipertahankan sebagai pasar tradisional, tetap dengan ditata menjadi lebih rapi lagi,” kata pria yang akrab disapa HTA ini.

Politisi Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan ini menegaskan, intinya jangan ada penggusuran, sebab ribuan orang terancam kehilangan mata pencaharian dan tidak bisa memenuhi kebutuhan hidup keluarga mereka dan mematikan UMKM yang ada di sana.

“Ini juga tahun politik di Depok. Jangan sampai penggurusan itu menimbulkan permasalahan baru, tidak kondusifnya di Kota Depok, ini jelas harus dipikirkan bersama-sama. Maka saya minta untuk tidak melakukan eksekusi saat ini,’”tegasnya.

Saat ini. Lanjut HTA, dirinya sudah melayangkan surat ke PN Depok dan Polresta Depok untuk melakukan penundaan eksekusi. Ia berharap agar surat tersebut juga menjadi bahan pertimbangan dalam menunda eksekusi.

Ia pun meminta agar pihak Pemkot Depok membela dan memberikan solusi untuk para pedagang. Menurut dia, solusi yang paling memungkinkan saat ini adalah menunda eksekusi.

“Mau relokasi, sampai saat ini kami juga belum tahu, ada lahan tidak. Saya tidak berfikir ada relokasi, saya mereka harus dipertahankan,” ujarnya.

Nanti dirinya akan melihat baik secara administrasi seperti apa dan serah terima dari Bogor bagaimana. Kendati sudah inkrah dan memiliki kekuatan hukum tetap. Tapi, dirinya dan DPRD akan mencoba mendiskusikan masalah ini ke pihak terkait agar ada solusi.

“Saya mau itu dipertahankan. Jika status kepemilikannya sudah inkrah dan ditetapkan oleh MA, kalau bisa pemerintah daerah bayar itu tanah dengan harga yang sesuai, jangan cuma harga yang ditentukan pihak pengembang. Bebaskan saja itu dan tetap dipertahankan sebagai pasar tradisional,” tegas HTA.

Ia mengaku terpanggil untuk menemui pedagang karena tidak ingin ada eksekusi Pasar Kemiri Muka saat ini dimana itu menjadi penghidupan mereka dan keluarganya.

“Ribuan loh nyawa. Ini menyangkut penghidupan masyarakat menengah ke bawah, pedagang-pedagang kecil terancam. Bagaimana keluarga dan anak-anak mereka. Apalagi menjelang puasa, makanya saya meminta agar tidak ada eksekusi,” ucap HTA.

Sengketa pasar ini sudah lama terjadi. PT Petamburan Jaya yang merupakan penggugat memenangkan gugatan atas Pemkot Depok. Pihak swasta tersebut mengklaim sebagai pemilik lahan pasar seluas 2,6 hektare.(ctr/id)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *